Satpol PP Amankan Lima Pencari Ikan Sapu-Sapu di Kali Pasar Baru

Satpol PP Amankan Lima Pencari Ikan Sapu-Sapu di Kali Pasar Baru
Foto: Ilustrasi Satpol PP Amankan Lima Pencari Ikan Sapu-Sapu di Kali Pasar Baru.

Sejumlah warga asal Cikarang, Bekasi, diamankan oleh petugas saat sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Penertiban ini dilakukan oleh petugas pada Jumat (24/4/2026) siang di area depan Posbloc.

Dilansir dari Megapolitan, Kepala Satpol PP Sawah Besar, Darwis Silitonga, mengungkapkan bahwa lima orang yang diamankan tersebut sengaja memilih lokasi sungai dengan debit air rendah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses penjaringan ikan.

Kondisi debit air di wilayah Bekasi yang tengah meluap menjadi alasan para pencari ikan ini bergeser ke wilayah Jakarta Pusat. Saat air meluap, ikan sapu-sapu yang biasanya berdiam di dasar sungai menjadi lebih sulit untuk ditangkap.

ÔÇ£Jadi mereka tidak harus ada di Pasar Baru, atau ada di Kali Ciliwung, Manggarai, tidak. Jadi tergantung sebenarnya tergantung oleh debit air,ÔÇØ kata Darwis.

Berdasarkan keterangan kepada petugas, kelima warga tersebut mengaku baru tiga kali mencari ikan sapu-sapu di lokasi tersebut. Sebelumnya, mereka lebih sering beroperasi di wilayah Bekasi menggunakan peralatan jaring dan ban dalam.

Proses pengolahan ikan dilakukan langsung di pinggir sungai dengan cara menyiangi ikan menggunakan sendok. Petugas mencatat bahwa kelompok ini terlihat sangat terampil dalam memisahkan bagian daging, telur, dan kulit ikan.

ÔÇ£Dengan cara mereka menyiangi, mereka memang profesional. Dan mungkin juga itu profesi mereka ya,ÔÇØ ujar Darwis.

Bagian daging dan telur ikan disimpan ke dalam plastik secara terpisah. Sementara itu, kulit ikan yang memiliki tekstur keras langsung dibuang kembali ke aliran sungai oleh para pencari ikan tersebut.

Dampak Lingkungan dan Tindakan Petugas

Tindakan membuang limbah kulit ikan ke sungai memicu kekhawatiran terkait timbulnya aroma tidak sedap, terutama saat kondisi air surut. Hal inilah yang menjadi dasar bagi personel Satpol PP untuk mengamankan para pelaku di lokasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka tidak membawa identitas diri yang lengkap. Petugas kemudian memberikan pembinaan kepada kelima warga tersebut dan meminta mereka untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.

ÔÇ£Karena kalau kita simpan juga daging segarnya saja sudah sangat bau, dan kami juga nggak mau terkontaminasi oleh merkuri maupun bakteri E. coli,ÔÇØ kata Darwis.

Seluruh ikan hasil tangkapan akhirnya disita dan petugas meminta bantuan tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk menguburkannya. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko kontaminasi bakteri dan bau menyengat di kawasan publik tersebut.

Kesaksian Warga Sekitar

Kondisi terkini di Kali Pasar Baru terpantau tenang dengan warna air kehijauan dan tidak terlihat lagi adanya aktivitas penangkapan. Meski demikian, warga sekitar mengaku sering melihat kelompok pencari ikan beraksi di tepi sungai.

Yongky, salah seorang warga setempat, menjelaskan bahwa para pencari ikan biasanya datang berkelompok. Mereka menggunakan ban dalam sebagai alat bantu untuk mengapung di tengah sungai saat menebar jala.

ÔÇ£Dia pakai jala, dilempar jalanya. Terus kalau udah dapat banyak baru dimasukkan ke jerigen,ÔÇØ kata Yongky.

Meskipun sempat menanyakan peruntukan ikan tersebut, Yongky menyebutkan bahwa para pencari ikan hanya mengaku akan menjualnya. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti ke mana hasil tangkapan ikan sapu-sapu tersebut didistribusikan oleh mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi