Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez bersikap tenang menanggapi laporan internal Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang mempertimbangkan penangguhan keanggotaan negaranya dari NATO akibat penolakan dukungan militer dalam konflik di Iran pada Jumat, 24 April 2026.
Dilansir dari Kompas, kebijakan Madrid yang melarang penggunaan pangkalan militer dan ruang udara bagi pesawat Amerika Serikat untuk menyerang Iran memicu ketegangan diplomatik. Spanyol bersama Perancis dan Italia menilai tindakan militer tersebut melanggar hukum internasional.
Sanchez secara terbuka mengkritik operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Saat menghadiri KTT Uni Eropa di Siprus, pemimpin Spanyol itu menegaskan hanya akan merespons jalur komunikasi formal pemerintah.
"Kami tak akan menghiraukan email. Kami bekerja dengan dokumen resmi dan posisi yang diambil, dalam hal ini, oleh pemerintah AS," ujar Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.
Pemerintah Spanyol menyatakan tetap berkomitmen pada aliansi pertahanan namun menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan global. Posisi ini diambil di tengah laporan Reuters mengenai memo internal Pentagon yang menargetkan negara-negara pembangkang.
"Posisi Pemerintah Spanyol jelas. Kolaborasi sepenuhnya dengan sekutu, namun selalu dalam kerangka legalitas internasional," tambahnya, Pedro Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.
Pihak NATO sendiri memberikan klarifikasi melalui laporan BBC bahwa aturan organisasi tidak memiliki mekanisme legal untuk mengusir atau menangguhkan anggota secara sepihak. Namun, Sekretaris Pers Pentagon Kingsley Wilson memberikan pernyataan berbeda terkait kontribusi anggota aliansi.
Pada pernyataannya, Wilson menambahkan, Pentagon akan memastikan Presiden AS Donald Trump memiliki "opsi-opsi kredibel untuk memastikan sekutu-sekutu kami tak lagi menjadi 'macan kertas', dan melakukan bagiannya."