Samsung secara resmi memutuskan untuk mundur dari pasar televisi dan peralatan rumah tangga di China. Keputusan strategis ini disampaikan oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut melalui pernyataan resmi di situs web mereka untuk wilayah terkait.
Dikutip dari Tekno, kebijakan tersebut berdampak pada penghentian penjualan berbagai lini produk. Samsung tidak lagi memasarkan televisi, monitor, kulkas, mesin cuci, mesin pengering, AC, hingga perangkat penjernih udara seperti vacuum cleaner dan air purifier.
Langkah ini juga dibarengi dengan kepastian bahwa Samsung tidak akan meluncurkan model produk baru untuk kategori tersebut di Negeri Tirai Bambu. Namun, perusahaan tetap menjamin ketersediaan layanan purna jual bagi pelanggan yang telah memiliki produk mereka.
Persaingan pasar yang semakin ketat menjadi alasan utama di balik keputusan Samsung. Kehadiran produsen lokal seperti Haier, Midea, Hisense, dan TCL telah meningkatkan standar kualitas produk di pasar domestik China.
Merek-merek lokal tersebut mampu mempertahankan skema harga yang kompetitif. Kondisi ini sulit diimbangi oleh Samsung karena struktur biaya operasional perusahaan yang berbeda.
Selain faktor harga, loyalitas konsumen di China terhadap merek dalam negeri juga dilaporkan menguat tajam dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena ini semakin terakselerasi seiring dengan dinamika geopolitik yang melibatkan negara tersebut.
Fokus pada Bisnis Semikonduktor dan Smartphone
Meskipun lini peralatan rumah tangga dihentikan, Samsung menegaskan bahwa bisnis smartphone dan semikonduktor tetap beroperasi. Fasilitas manufaktur di China juga terus berjalan untuk memproduksi perangkat yang ditujukan bagi pasar ekspor.
Terkait bisnis ponsel, Samsung menghadapi tantangan besar karena pangsa pasar mereka kini berada di bawah satu persen. Angka ini merosot tajam jika dibandingkan dengan awal 2010-an yang saat itu mencapai 20 persen.
Dilansir dari Tekno, kembalinya Huawei ke pasar serta dominasi Xiaomi, Oppo, dan Vivo membuat Samsung sulit menemukan segmen yang sesuai. Persaingan ketat di level lokal terus menekan posisi Samsung di kategori perangkat seluler.
Kondisi berbeda terlihat pada sektor semikonduktor yang justru menunjukkan performa gemilang. Permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tinggi menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis komponen ini.
Pendapatan semikonduktor Samsung di China melonjak hingga 61 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan mencatatkan laba operasional mencapai 57,23 triliun won yang ditopang kuat oleh volume penjualan chip.
Di luar sektor teknologi informasi, lini bisnis peralatan medis Samsung di China juga dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan operasional. Informasi ini dihimpun berdasarkan laporan dari Korea Times.