Nabi Muhammad SAW secara resmi mengakui Salman Al Farisi sebagai bagian dari keluarga dekat beliau atau ahlul bait dalam sebuah riwayat sejarah Islam yang ditegaskan kembali pada Kamis, 16 April 2026. Penetapan kedudukan istimewa ini didasari atas keteguhan iman dan perjalanan panjang Salman dalam menemukan ajaran Islam.
Sebutan ahlul bait umumnya merujuk pada keturunan dan kerabat dekat Nabi Muhammad SAW yang sangat dihormati umat Islam. Namun, Salman Al Farisi menjadi pengecualian khusus karena mendapatkan pengakuan langsung melalui lisan Rasulullah atas kedekatan hubungan mereka secara spiritual.
"Salman adalah bagian dari kami, ahlul bait," ujar Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pernyataan ini menunjukkan posisi strategis Salman yang meskipun bukan berasal dari garis keturunan Arab, namun memiliki derajat yang setara dalam ikatan keluarga nabi.
Berdasarkan buku Ensiklopedia Sahabat Rasulullah karya Wulan Mulya Pratiwi, Salman dikenal sebagai sosok yang memiliki tekad kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Ia lahir di Desa Jayyun, Kota Isfahan, Persia, dan tumbuh dalam keluarga penganut agama Majusi yang taat.
Sebelum memeluk Islam, Salman merupakan seorang penjaga api suci dalam tradisi Majusi karena kedisiplinannya. Kegelisahan batin mengenai kebenaran agama membawanya melakukan perjalanan lintas negara, mulai dari berguru pada pendeta Nasrani di gereja hingga mengikuti kafilah pedagang menuju wilayah Syam.
Menurut catatan Zaidin Sidik dalam buku Salman Al Farisi, Petualang Pencari Kebenaran, status sosial Salman di Persia sebenarnya sangat tinggi. Namun, ia memilih meninggalkan kemewahan tersebut demi mencari keyakinan yang dapat menenangkan hatinya hingga akhirnya bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.
Keyakinan Salman terhadap Islam muncul setelah ia mengamati sikap, akhlak, dan tanda-tanda kenabian pada diri Rasulullah. Setelah menyatakan keislamannya, ia menjadi salah satu sahabat paling cerdas yang memberikan kontribusi besar dalam strategi pertahanan umat Islam melalui ide pembuatan parit.