Said Aqil Siroj Mengecam Kekerasan Seksual di Pesantren

Said Aqil Siroj Mengecam Kekerasan Seksual di Pesantren
Foto: Ilustrasi Said Aqil Siroj Mengecam Kekerasan Seksual di Pesantren.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyesalkan maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren yang dinilai mencederai institusi keagamaan tersebut.

Kecaman ini disampaikan dalam Sarasehan Nasional Gerakan Pesantren Anti Kejahatan Nasional pada Senin (18/5/2026) malam, sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Kekerasan seksual adalah merupakan pengkhianatan terhadap amanah pendidikan, amanah agama, marwah pesantren," kata Said dalam Sarasehan Nasional Gerakan Pesantren Anti Kejahatan Nasional, Senin (18/5/2026) malam.

Menurut penegasan Said, pesantren seharusnya menjadi institusi untuk memelihara akhlak, ilmu, dan kehormatan manusia demi membentuk generasi beradab. Penyalahgunaan kekuasaan dan konsep relasi kuasa dinilai menjadi akar masalah dari fenomena keji ini.

"Kalau kultus, dibarengi kalau menganggap di depan saya ini orang yang suci, tidak pernah punya dosa, itu jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya," kata Said.

Ia berpendapat bahwa sikap pengkultusan individu dilarang dalam Islam dan berbeda dengan sikap memberi hormat (ta'dhim). Upaya melindungi reputasi pesantren juga tidak boleh mengorbankan keadilan bagi korban.

"Karena kita cinta pada pesantren, kita kritisi," ucap Said.

Kritik tersebut dinilai sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan pesantren. Pernyataan ini merespons kasus pelecehan santriwati oleh pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kiai Ashari (51), di Pati.

Tersangka ditangkap oleh tim gabungan Polresta Pati dan Polda Jateng di Wonogiri pada Kamis (7/5/2026) setelah sempat melarikan diri. Izin operasional pesantren tersebut resmi dicabut sejak 5 Mei 2026.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah saat ini memastikan pemenuhan hak pendidikan bagi puluhan santri yang terdampak melalui skema pembelajaran lanjutan yang telah disiapkan.

Artikel terkait

Rekomendasi