Feri Rute Taiwan-Jepang Kembali Beroperasi Setelah Terhenti 18 Tahun

Feri Rute Taiwan-Jepang Kembali Beroperasi Setelah Terhenti 18 Tahun
Foto: Ilustrasi Feri Rute Taiwan-Jepang Kembali Beroperasi Setelah Terhenti 18 Tahun.

Layanan feri langsung yang menghubungkan Keelung di Taiwan utara dan Pulau Ishigaki di Okinawa, Jepang, resmi dioperasikan kembali setelah terhenti selama 18 tahun melalui sebuah upacara peluncuran pada Kamis (28/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.

Acara seremonial di kota pelabuhan Keelung tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah kota serta anggota parlemen, dengan dimeriahkan oleh penampilan tari singa. Pengoperasian kembali jalur laut ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas pariwisata dan ekonomi antara kedua wilayah.

Pemerintah Kota Keelung menargetkan lonjakan kunjungan wisatawan asal Jepang melalui pembukaan kembali jalur pelayaran langsung ini.

"Kami telah menyiapkan banyak destinasi menarik dan menantikan kedatangan para wisatawan," kata Chiu Pei-lin, Wakil Wali Kota Keelung.

Pihak Jepang menilai pembukaan rute ini memiliki dampak strategis yang lebih luas daripada sekadar penyediaan sarana transportasi bagi publik.

"Rute baru tersebut bukan sekadar penghubung transportasi, melainkan jembatan bagi pengembangan yang lebih luas di bidang pariwisata, logistik, budaya, dan pendidikan," kata Yoshitaka Nakayama, Wali Kota Ishigaki.

Hubungan antardaerah juga diharapkan dapat terjalin secara berkelanjutan melalui peresmian jalur transportasi laut tersebut.

"Saya juga berharap ikatan antara Taiwan, Ishigaki, dan kawasan Yaeyama (yang mencakup Ishigaki dan pulau-pulau lainnya) dapat bertahan selamanya," kata Yoshitaka Nakayama, Wali Kota Ishigaki.

Kapal feri Yaima Line diproyeksikan melayani rute Keelung menuju Ishigaki dengan waktu tempuh sekitar delapan jam. Selama satu bulan pertama masa operasional pascapeluncuran, pihak operator kapal akan melayani satu kali perjalanan pulang-pergi dalam setiap pekan.

Catatan dari operator Pelabuhan Keelung menunjukkan bahwa jalur penyeberangan reguler ini sebenarnya telah memiliki sejarah operasional yang panjang. Feri reguler antara Keelung dan Ishigaki sempat aktif berjalan selama lebih dari 50 tahun sebelum akhirnya resmi dihentikan pada tahun 2008.

Artikel terkait

Rekomendasi