Militer Rusia dilaporkan telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya 3.124 drone milik Ukraina di wilayah Rusia bagian Eropa dalam kurun waktu sepekan terakhir. Informasi penembakan massal pesawat tanpa awak ini dilansir dari Internasional melalui laporan kantor berita pemerintah RIA yang mengompilasi data resmi Kementerian Pertahanan Rusia.
Kompilasi data tersebut menunjukkan bahwa volume harian tertinggi jatuhnya pesawat tanpa awak terjadi pada 13 Mei sebanyak 572 unit dan mencapai puncaknya pada 17 Mei 2026 dengan total 1.054 unit. Meski pertahanan udara Rusia aktif, serangan drone semalam ke ibu kota Rusia tetap memicu korban jiwa dengan sedikitnya empat orang tewas, termasuk tiga korban di wilayah Moskow.
Serangan intensif ini terjadi setelah eskalasi konflik yang memanas dalam dua hari sebelumnya di wilayah Kyiv. Pemerintah Ukraina menyatakan tindakan tersebut merupakan respons langsung terhadap operasi militer Rusia yang masih terus berjalan.
"Respons kami terhadap upaya Rusia memperpanjang perang dan serangannya terhadap kota-kota serta komunitas kami sepenuhnya dapat dibenarkan," kata Zelenskiy, Presiden Ukraina.
Pihak Kyiv menegaskan bahwa kapabilitas militer mereka saat ini telah meningkat pesat. Pasukan Ukraina kini mampu menjangkau target-target vital yang berada jauh di dalam teritori Rusia.
"Kami dengan jelas mengatakan kepada Rusia: negara mereka harus mengakhiri perang ini," ujarnya.
Dalam pernyataan lanjutan, Kyiv mengklaim adanya pergeseran situasi di medan tempur. Peningkatan intensitas serangan drone diklaim memberikan dampak positif bagi posisi taktis pasukan mereka.
"Sebagai contoh, indikator aktivitas hari ini menunjukkan langkah aktif kami lebih besar dibandingkan Rusia. Ini hasil yang sangat signifikan," katanya.
Peningkatan agresi udara ini memicu reaksi keras dari pemerintah Rusia yang memandang target serangan telah bergeser ke area non-militer. Moskow menuduh Kyiv sengaja mengarahkan serangan ke wilayah pemukiman penduduk.
"Diiringi lagu-lagu Eurovision, rezim Kyiv yang didanai Uni Eropa kembali melakukan serangan teroris massal," kata kantor berita TASS mengutip pernyataan juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova.
Di area ibu kota, pertahanan udara dilaporkan bekerja keras menahan laju puluhan drone yang mengarah ke pusat kota sejak tengah malam. Wali Kota Moskow mengonfirmasi adanya kerusakan material dan korban luka di sekitar fasilitas industri penyiapan energi.
Sobyanin menyebut 12 orang terluka, sebagian besar di dekat pintu masuk kilang minyak Moskow, sementara tiga rumah mengalami kerusakan. Namun, ia menegaskan teknologi atau fasilitas inti kilang tersebut tidak mengalami kerusakan.
Dampak serangan di sekitar pinggiran Moskow juga dilaporkan oleh otoritas wilayah setempat. Korban jiwa terkonfirmasi berada di beberapa titik distrik pemukiman yang terkena dampak langsung serpihan dan benturan.
Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan seorang perempuan tewas setelah sebuah rumah terkena serangan di Khimki, wilayah utara Moskow. Ia menambahkan tim penyelamat masih mencari satu orang lain di bawah puing-puing. Dua pria lainnya tewas di desa Pogorelki, distrik Mytishchi.
Ia juga mengatakan sejumlah gedung apartemen bertingkat dan fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan.
Staf Umum Militer Ukraina melalui Telegram menyatakan serangan mereka berhasil memicu kebakaran di pabrik senjata presisi tinggi di luar Moskow dan menghantam titik komando drone di Donetsk timur. Sementara itu, Bandara Sheremetyevo Moskow mengonfirmasi serpihan drone jatuh di area mereka tanpa menimbulkan kerusakan struktural.
| Periode/Tanggal | Jumlah Drone Dihancurkan | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 pekan terakhir | 3.124 unit | Data kompilasi RIA dari Kemenhan Rusia |
| 13 Mei 2026 | 572 unit | Salah satu hari dengan jumlah tertinggi |
| 17 Mei 2026 | 1.054 unit | Hari tertinggi dalam sepekan |
| Lokasi dominan | - | Mayoritas di Rusia bagian Eropa |