Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) merosot hingga menyentuh level Rp 17.529 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Penurunan signifikan ini menjadi catatan posisi terendah sepanjang sejarah atau all time low di pasar spot menurut laporan data Bloomberg.
Pelemahan mata uang garuda ini mencapai 115 poin atau setara 0,66 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya sebagaimana dilansir dari Nasional. Kondisi serupa terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang menetap di angka Rp 17.514 per dollar AS, turun 99 poin dari level Rp 17.415 pada hari sebelumnya.
Secara historis, tekanan terhadap mata uang nasional ini pernah mencapai kisaran Rp 17.000 per dollar AS pada masa awal Reformasi setelah jatuhnya rezim Orde Baru. Namun, pada periode kepemimpinan Presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, nilai tukar tersebut berhasil ditekan kembali hingga mencapai level Rp 6.500 per dollar AS.
Langkah penanganan krisis pada era tersebut menggunakan pendekatan teknologi penerbangan dalam menstabilkan ekonomi. BJ Habibie menyamakan kondisi jatuhnya nilai tukar dengan situasi pesawat yang sedang mengalami kehilangan daya angkat di udara.
Habibie menilai bahwa perlu adanya cara agar rupiah bisa berada di posisi stabil terlebih dahulu sebagaimana dilaporkan Kompas.com.
Strategi penguatan mata uang dilakukan melalui restrukturisasi perbankan, termasuk penggabungan beberapa bank menjadi Bank Mandiri untuk memperkuat pendanaan. Selain itu, kebijakan strategis diambil dengan menetapkan Bank Indonesia sebagai lembaga independen yang terpisah dari intervensi pemerintah untuk memulihkan kepercayaan investor asing.
Hasil dari kebijakan tersebut terlihat pada tahun 1999 dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik menjadi 0,79 persen dari sebelumnya minus 13,33 persen pada 1998. Angka kemiskinan juga tercatat menurun menjadi 23,4 persen seiring dengan menguatnya nilai tukar ke angka Rp 6.500 per dollar AS.
| Indikator | 1998 | 1999 |
|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | -13,33% | 0,79% |
| Tingkat kemiskinan | 24,2% | 23,4% |
| Kurs rupiah (krisis) | sekitar Rp 17.000 per dolar AS | menguat hingga Rp 6.500 per dolar AS |