Rupiah Menguat ke Level Rp17.330 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Rupiah Menguat ke Level Rp17.330 per Dolar AS pada Kamis Pagi
Foto: Ilustrasi Rupiah Menguat ke Level Rp17.330 per Dolar AS pada Kamis Pagi.

Mata uang rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp17.330 pada pembukaan perdagangan Kamis (7/5/2026). Data RTI Infokom menunjukkan kenaikan sebesar 0,24 persen terjadi pada pukul 09.08 WIB dengan rentang pergerakan di posisi Rp17.372 hingga Rp17.292 per dolar AS.

Tren positif ini selaras dengan penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia sebagaimana dilansir dari Market. Yen Jepang tercatat naik 0,10 persen, dolar Hong Kong menguat 0,05 persen, yuan China terapresiasi 0,08 persen, dan dolar Singapura meningkat 0,06 persen terhadap dolar AS.

Sebaliknya, beberapa mata uang regional justru mengalami pelemahan tipis. Won Korea tercatat terkoreksi 0,28 persen, diikuti oleh baht Thailand yang turun 0,22 persen, serta dolar Taiwan yang melemah 0,02 persen pada periode perdagangan yang sama.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan rupiah merupakan kelanjutan dari tren perdagangan sebelumnya. Faktor eksternal dipicu oleh respons positif pasar terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Ibrahim menyatakan bahwa kemajuan kesepakatan komprehensif dengan Iran menjadi alasan Trump menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz. Selain faktor global, kondisi ekonomi domestik turut memberikan fondasi bagi penguatan nilai tukar melalui capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen.

"Percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal," kata Ibrahim Assuaibi, Direktur Traze Andalan Futures.

Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan paket stimulus tambahan sebagai langkah strategis mendorong aktivitas ekonomi. Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah akan tetap fluktuatif sepanjang hari ini.

Penutupan nilai tukar diprediksi Ibrahim berada pada kisaran Rp17.380 hingga Rp17.420 per dolar AS pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Stimulus pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan dan memulihkan kepercayaan pasar di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi