Rupiah Menguat ke Rp16.632 di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Rupiah Menguat ke Rp16.632 di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Foto: Ilustrasi Rupiah Menguat ke Rp16.632 di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke posisi Rp16.632 pada perdagangan Selasa (2/12/2025) di tengah tingginya ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter bank sentral AS. Dilansir dari Investortrust, performa mata uang Garuda ini meningkat dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.668 per dolar AS.

Kondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh proyeksi langkah The Fed dalam meninjau suku bunga acuan pada penghujung tahun. Pengamat uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mencatat adanya keyakinan besar dari pelaku pasar mengenai kebijakan yang akan diambil oleh otoritas moneter Amerika Serikat tersebut.

"Pasar masih terpengaruh kemungkinan the Fed memangkas suku bunga acuannya. Prediksi pasar, the Fed 87,4% akan memangkas suku bunganya pada Desember 2025," ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat uang dan komoditas.

Selain faktor suku bunga, dinamika kepemimpinan di bank sentral AS turut menjadi perhatian investor global seiring munculnya nama Kevin Hassett. Penasihat ekonomi Gedung Putih tersebut dipandang sebagai figur penting karena kedekatannya dengan Donald Trump.

"Nama penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett menjadi pertaruhan penting bank sentral. Ini mengingat sosok Kevin yang menjadi orang kepercayaan Donald Trump," kata Ibrahim Assuaibi, Pengamat uang dan komoditas.

Dari faktor domestik, pelaku pasar sedang mencermati realisasi kebijakan pemerintah pada sisa kuartal IV-2025. Kondisi ekonomi dalam negeri juga ditandai dengan melambatnya laju inflasi nasional per November 2025 yang tercatat berada di level 2,72% secara tahunan.

Laporan keuangan negara menunjukkan posisi utang pemerintah hingga akhir kuartal III-2025 telah mencapai angka Rp9.408,64 triliun. Jumlah tersebut membawa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menyentuh angka 40,30%.

Komposisi utang tersebut didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.187,55 triliun, sementara sisanya merupakan pinjaman senilai Rp1.221,09 triliun. Nilai SBN mengalami kenaikan sebesar 2,59% jika dibandingkan dengan capaian kuartal sebelumnya yang berjumlah Rp7.980,87 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi