Rupiah Melemah ke Rp17.409 Per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik

Rupiah Melemah ke Rp17.409 Per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Rp17.409 Per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup mengalami pelemahan sebesar 0,14 persen ke level Rp17.409 pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Penurunan kinerja mata uang Garuda ini sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap Greenback.

Berdasarkan data RTI Infokom yang dilansir dari Market pukul 15.11 WIB, rupiah sempat berfluktuasi pada rentang Rp17.385 hingga Rp17.437 per dolar AS sepanjang hari. Kondisi ini menempatkan rupiah di antara deretan mata uang Asia lainnya yang juga terkoreksi.

Yuan China tercatat melemah 0,05 persen, disusul dolar Hong Kong sebesar 0,04 persen, dan yen Jepang turun 0,04 persen. Sementara itu, won Korea terkoreksi 0,10 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, serta baht Thailand mencatatkan penurunan terdalam sebesar 0,34 persen.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan dolar AS hari ini dipicu oleh konflik di Iran. Pasar kembali mengalami gejolak setelah Amerika Serikat dan Iran melancarkan serangan baru dalam upaya perebutan kendali di Selat Hormuz.

Situasi tersebut memberikan tekanan tambahan bagi bank sentral, terutama The Fed, untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam periode lama. Ibrahim menyebut langkah pengetatan kebijakan bisa diambil jika tekanan inflasi terus merangkak naik.

"Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil," kata Ibrahim, Direktur Traze Andalan Futures.

Di sisi domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal pertama 2026. Konsumsi masyarakat dinilai masih menjadi mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut.

Peningkatan konsumsi rumah tangga juga didorong oleh tingginya mobilitas penduduk selama masa libur nasional dan hari besar keagamaan. Hal ini menjadi faktor penyeimbang di tengah tekanan eksternal terhadap nilai tukar.

Untuk perdagangan hari berikutnya, mata uang rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif. Ibrahim memproyeksikan rupiah cenderung ditutup melemah pada kisaran Rp17.420 hingga Rp17.460 per dolar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi