Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyuarakan pandangan positif terhadap kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Lembaga ini diyakini mampu menekan berbagai praktik kecurangan dalam aktivitas ekspor nasional.
Beberapa praktik yang menjadi sorotan utama adalah under invoicing dan transfer pricing. Dengan berkurangnya tindakan ilegal tersebut, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi akan semakin terjaga.
Alexander Yahya Datuk, selaku pengurus Kadin Indonesia, menjelaskan bahwa penekanan terhadap praktik curang ini akan meningkatkan potensi devisa negara. Hal ini menjadi krusial dalam memperkuat fundamental ekonomi nasional di masa mendatang.
Dampak positif lainnya adalah kepastian bahwa dana hasil ekspor akan tetap tersimpan di dalam sistem perbankan domestik. Mekanisme ini dianggap sebagai solusi logis untuk menjaga kekuatan mata uang Garuda dari tekanan eksternal.
Menurut Alexander pada Rabu (3/6/2026), jika praktik manipulasi harga ini bisa dikurangi atau dihilangkan, devisa yang masuk ke negara akan jauh lebih besar. Kondisi inilah yang memberikan kemampuan bagi pemerintah untuk menstabilkan kurs rupiah secara efektif.
Selain itu, pembentukan DSI dinilai sebagai titik balik transformasi tata kelola ekspor Indonesia. Transformasi ini menitikberatkan pada penggunaan teknologi canggih dan peningkatan transparansi dalam setiap transaksi internasional.
Sistem baru ini diharapkan mampu mendokumentasikan serta mencatat seluruh transaksi ekspor secara detail. Dengan pengawasan yang lebih ketat, celah-celah untuk melakukan penyimpangan dapat ditutup dengan lebih rapat.
Tantangan Masa Transisi Tujuh Bulan
Meskipun optimis, Kadin mengingatkan bahwa tahap awal operasional DSI akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Periode tujuh bulan pertama disebut sebagai fase paling krusial bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan tersebut.
Selama waktu tersebut, fokus utama harus diarahkan pada pembangunan platform digital dan infrastruktur pendukung lainnya. Hal ini sangat penting agar mekanisme kerja yang diinginkan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.
Alexander menekankan pentingnya evaluasi bersama serta persiapan transisi yang matang hingga sistem benar-benar terbentuk. Ia berharap seluruh instrumen pendukung siap digunakan dalam kurun waktu setengah tahun ke depan.
Dibutuhkan upaya ekstra dari pihak manajemen untuk memastikan platform tersebut berfungsi optimal. Keberhasilan operasional sangat bergantung pada seberapa cepat sistem tersebut mampu menangani transaksi secara efektif.
Waktu tujuh bulan dianggap sangat singkat untuk membangun ekosistem kerja yang kompleks. Oleh karena itu, pengumpulan data dan informasi yang akurat menjadi langkah awal yang harus diselesaikan tanpa penundaan.
Pihak manajemen DSI dituntut untuk bekerja keras agar dapat memenuhi tenggat waktu yang diberikan. Targetnya adalah platform yang siap pakai dan mampu menjalankan fungsi transaksi dengan tingkat presisi yang tinggi.
Operasional BUMN Ekspor Mulai Juni 2026
PT Danantara Sumberdaya Indonesia, yang juga dikenal sebagai BUMN Ekspor, telah resmi menjalankan perannya mulai 1 Juni 2026. Fokus utamanya adalah mengelola tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis milik negara.
Kebijakan ekspor satu pintu ini mulai diterapkan pada beberapa komoditas utama Indonesia. Daftar komoditas tersebut mencakup hasil bumi dan mineral yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global.
Daftar komoditas strategis yang masuk dalam tata kelola baru DSI:
- Batu bara yang merupakan salah satu komoditas energi terbesar Indonesia.
- Kelapa sawit dan produk turunannya sebagai andalan ekspor sektor perkebunan.
- Ferro alloy atau komoditas logam paduan untuk kebutuhan industri global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa masa transisi ini tidak akan langsung mengubah mekanisme yang sudah ada. Perusahaan eksportir masih dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa selama periode awal ini.
Implementasi yang dimulai sejak awal Juni 2026 bertujuan untuk menjaga kelancaran perdagangan tanpa gangguan teknis. Namun, terdapat kewajiban baru yang harus dipatuhi oleh seluruh pelaku usaha ekspor komoditas terkait.
Setiap eksportir kini diwajibkan untuk melaporkan seluruh kegiatan perdagangannya kepada PT DSI. Kewajiban pelaporan ini merupakan langkah awal pemerintah dalam memperkuat pengawasan terhadap kekayaan alam strategis.
Data yang terkumpul dari pelaporan tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi efektivitas kebijakan. Pemerintah ingin memastikan bahwa sebelum diterapkan secara penuh, sistem ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi devisa negara.
Rencananya, kebijakan tata kelola ekspor melalui DSI ini akan diimplementasikan secara total pada 1 Januari 2027. Hingga saat itu tiba, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan secara berkala.
Ringkasan jadwal dan tahapan kebijakan ekspor satu pintu:
| Tahapan Kebijakan | Tanggal Pelaksanaan | Status Aktivitas Ekspor |
|---|---|---|
| Awal Masa Transisi | 1 Juni 2026 | Berjalan normal dengan kewajiban lapor ke DSI. |
| Evaluasi Tahap Pertama | Agustus 2026 | Peninjauan efektivitas sistem dalam 3 bulan awal. |
| Persiapan Infrastruktur | Juni - Desember 2026 | Pembangunan platform dan koleksi data transaksi. |
| Implementasi Penuh | 1 Januari 2027 | Sistem satu pintu berlaku secara menyeluruh. |
Pemerintah juga memberikan jaminan bahwa kontrak-kontrak ekspor yang sudah berjalan akan tetap dihormati. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan menjaga kepercayaan mitra dagang internasional terhadap Indonesia.
Airlangga menegaskan bahwa evaluasi rutin setiap tiga bulan akan menjadi landasan untuk mengambil langkah di tahap berikutnya. Dengan pengawasan yang lebih baik, diharapkan ekspor SDA Indonesia memberikan kontribusi maksimal bagi kesejahteraan rakyat.
Kadin Indonesia sendiri merupakan wadah bagi para pengusaha yang bergerak di berbagai sektor ekonomi nasional. Perannya sangat vital dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dunia usaha di lapangan.
Dukungan Kadin terhadap PT Danantara Sumberdaya Indonesia menunjukkan adanya sinergi antara pelaku usaha dan regulator. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat nilai tukar rupiah dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional secara keseluruhan.