Rumah sakit mulai memperkuat layanan radiologi menggunakan teknologi magnetic resonance imaging (MRI) generasi terbaru berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular dan kebutuhan deteksi dini yang lebih akurat, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Pencitraan medis tersebut memegang peran penting dalam diagnosis berbagai penyakit serius seperti stroke, tumor otak, gangguan saraf, kanker, hingga penyakit jantung. Penggunaan perangkat modern ini kini semakin meluas ke bidang ortopedi untuk memeriksa cedera sendi, tulang belakang, ligamen, hingga jaringan lunak.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital, dr. Thio Ananda Steven menjelaskan bahwa MRI menjadi salah satu perangkat penting dalam dunia medis modern karena mampu menghasilkan pencitraan organ tubuh secara detail tanpa prosedur invasif.
"Teknologi MRI membantu dokter melihat struktur organ dan jaringan tubuh dengan sangat detail sehingga dapat mendukung diagnosis yang lebih akurat dan penanganan lebih cepat," ujarnya.
Pemeriksaan menggunakan MRI generasi terbaru juga dirancang untuk mengutamakan efisiensi waktu pemeriksaan serta kenyamanan pasien. Bethsaida Hospital sendiri menghadirkan MRI 3 Tesla SIGNA Hero berbasis AI untuk meningkatkan kualitas pencitraan sekaligus mempercepat proses pemeriksaan pasien.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo menerangkan bahwa integrasi AI pada MRI modern sangat membantu proses pemeriksaan organ yang bergerak aktif seperti jantung agar hasil pencitraan menjadi lebih stabil dan detail.
"Sistem ini dapat membantu meningkatkan kualitas gambar secara signifikan sekaligus mempercepat waktu pemeriksaan," ujarnya.
Penerapan desain bore atau lubang pemindaian yang lebih luas pada sistem pemindaian cepat ini juga menjadi solusi atas tantangan klaustrofobia atau rasa cemas pasien akibat ruang pemeriksaan yang sempit.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso menegaskan bahwa penguatan teknologi diagnostik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan modern. Menurut dia, ketepatan diagnosis sangat menentukan keberhasilan terapi dan penanganan pasien, terutama pada penyakit kritis yang membutuhkan tindakan cepat.