Marco Rubio Ungkap Hasil Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump

Marco Rubio Ungkap Hasil Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump
Foto: Ilustrasi Marco Rubio Ungkap Hasil Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio membeberkan hasil diskusi tertutup antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada pekan ini. Pertemuan diplomatik tersebut difokuskan pada upaya stabilitas global di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kunjungan ini menandai momen penting bagi Rubio yang akhirnya diizinkan masuk ke Tiongkok oleh pemerintah setempat melalui celah teknis kapasitas diplomatik, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Kehadiran delegasi tingkat tinggi ini juga menyertakan sejumlah tokoh penting seperti Menteri Pertahanan Pete Hegseth hingga CEO Tesla Elon Musk.

Dalam wawancara pada Kamis (14/5/2026), Rubio menjelaskan bahwa mayoritas pembicaraan selama dua jam tersebut membahas blokade Iran di Selat Hormuz yang berdampak pada pelumpuhan pengiriman energi dunia. Tiongkok dan AS menemukan titik temu terkait penolakan terhadap tindakan ilegal di jalur perdagangan strategis tersebut.

"Pihak Tiongkok menyatakan mereka tidak setuju dengan militerisasi Selat Hormuz dan mereka tidak mendukung sistem tol (ilegal). Itu posisi kami juga," ujar Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Meskipun terdapat kesamaan pandangan mengenai keamanan jalur laut, Rubio memberikan penegasan bahwa pihak Amerika Serikat tidak melontarkan permintaan bantuan secara langsung kepada pemerintah Tiongkok dalam menghadapi Iran. Keduanya juga menyepakati secara tegas bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.

Isu kedaulatan Taiwan turut menjadi topik sensitif yang diangkat dalam pertemuan tersebut, di mana Xi Jinping memberikan peringatan formal mengenai risiko ketegangan hubungan kedua negara. Rubio menanggapi dengan menyatakan bahwa kebijakan Washington tetap konsisten dan mengingatkan konsekuensi global dari setiap upaya paksa oleh Tiongkok.

Selain masalah geopolitik, Presiden Trump secara aktif meminta kebebasan bagi Jimmy Lai, seorang tokoh pro-demokrasi asal Hong Kong yang saat ini masih mendekam di penjara. Pemerintah AS menyatakan keterbukaan mereka terhadap berbagai opsi pengaturan demi mencapai tujuan pembebasan tersebut.

"Presiden selalu mengangkat kasus tersebut. Kami terbuka untuk pengaturan apa pun asalkan dia (Jimmy Lai) diberikan kebebasannya," kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Delegasi Amerika Serikat yang Hadir dalam Kunjungan di Beijing
Delegasi AS yang HadirJabatan/Afiliasi
Marco RubioMenteri Luar Negeri
Pete HegsethMenteri Pertahanan
Elon MuskCEO Tesla/X
Tim Cook & Jensen HuangCEO Apple & CEO Nvidia

Pertemuan yang sempat tertunda akibat krisis perang Iran ini ditutup dengan undangan resmi dari Trump kepada Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Amerika Serikat pada akhir tahun 2026. Langkah ini dipandang sebagai upaya kedua negara untuk menstabilkan hubungan ekonomi di tengah gejolak internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi