Rishi Sunak Soroti Dampak AI Terhadap Peluang Kerja Generasi Muda

Rishi Sunak Soroti Dampak AI Terhadap Peluang Kerja Generasi Muda
Foto: Ilustrasi Rishi Sunak Soroti Dampak AI Terhadap Peluang Kerja Generasi Muda.

Mantan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengungkapkan kekhawatirannya terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mulai mengikis pasar kerja bagi generasi muda pada Jumat (24/4/2026). Dilansir dari Teknologi, Sunak kini mendorong pemerintah untuk menghapus skema National Insurance guna meningkatkan daya tarik penyerapan tenaga kerja di tengah masifnya otomatisasi.

Sunak yang saat ini menjabat sebagai penasihat di Anthropic dan Microsoft menilai ketakutan lulusan baru dalam mencari pekerjaan level awal sangat beralasan. Ia menyebutkan bahwa sejumlah pimpinan perusahaan mulai mengakui secara tertutup mengenai perlambatan perekrutan tenaga kerja muda akibat efisiensi teknologi.

"Ada alasan untuk khawatir dan memikirkan masa depan. Tetapi kita bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya," ujar Rishi Sunak, Mantan Perdana Menteri Inggris.

Pria yang juga menjabat sebagai penasihat senior di Goldman Sachs ini mengusulkan penghapusan National Insurance secara bertahap untuk diseimbangkan dengan pajak laba korporasi. Strategi ini dianggap mampu menjaga pendapatan negara karena produktivitas perusahaan diprediksi akan meningkat tajam melalui penggunaan AI.

Sektor jasa seperti akuntansi, hukum, dan industri kreatif menjadi bidang yang paling terdampak oleh perubahan pola rekrutmen ini. Menurut Sunak, para CEO melihat peluang untuk terus mengembangkan bisnis tanpa harus menambah jumlah karyawan secara signifikan.

"Mereka berbicara tentang konsep bahwa bisnis dapat terus tumbuh tanpa perlu secara signifikan menambah tenaga kerja karena mulai melihat bagaimana AI dapat diimplementasikan. Karena itu, isu ini harus kita sikapi dengan sangat serius dan terarah," kata Rishi Sunak, Mantan Perdana Menteri Inggris.

Sunak menekankan pentingnya regulasi yang memastikan teknologi digunakan sebagai alat bantu manusia, bukan sebagai pengganti peran pekerja sepenuhnya. Ia mendesak negara-negara untuk meninjau kembali sistem fiskal mereka seiring risiko penurunan penerimaan dari pajak tenaga kerja konvensional.

"Kita harus memikirkan bagaimana menyeimbangkan agar AI digunakan untuk membantu orang bekerja lebih baik, bukan menggantikan mereka," tegas Rishi Sunak, Mantan Perdana Menteri Inggris.

Terkait peluncuran model AI terbaru bernama Claude Mythos oleh Anthropic, Sunak mengingatkan pentingnya pengawasan independen terhadap perusahaan teknologi. Model tersebut diklaim memiliki kemampuan melampaui manusia dalam tugas keamanan siber tertentu yang memicu kekhawatiran lembaga keuangan dunia.

"Ada alasan untuk khawatir dan memikirkan masa depan. Tetapi kita bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya," ujar Rishi Sunak, Mantan Perdana Menteri Inggris.

Sunak mengapresiasi peran Institut Keamanan AI Inggris yang menjadi lembaga pertama dalam menguji kemampuan Mythos. Baginya, langkah tersebut merupakan bukti pentingnya kendali pemerintah dalam memastikan keamanan layanan digital global di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi