Rencana penyambungan jalur Light Rail Transit (LRT) hingga mencapai Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, tengah dipersiapkan untuk memperkuat sistem transportasi terpadu. Kepastian pengembangan infrastruktur ini diungkapkan oleh Dedie A Rachim pada Senin (4/5/2026) setelah mengadakan pertemuan strategis bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.
Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, perluasan jangkauan transportasi massal ini ditargetkan mampu menekan kepadatan volume kendaraan pribadi yang bergerak dari arah Bogor menuju Jakarta. Integrasi antara LRT Bogor Depok Bekasi (Bodebek) dengan jaringan LRT Jakarta menjadi fokus utama dalam pembangunan sistem angkutan publik di wilayah metropolitan tersebut.
Pemerintah berencana memperpanjang rel yang saat ini baru beroperasi hingga titik Cibubur agar dapat menjangkau jantung Kota Bogor. Dedie menjelaskan bahwa pemilihan Terminal Baranangsiang sebagai titik akhir jalur tersebut telah sesuai dengan payung hukum yang berlaku dalam pengembangan kawasan Jabodetabek.
"Jadi kemudian LRT Bodebek nah LRT Bodebek tentu akan nyambung ke LRT Jakarta dan LRT Bodebek ini sekarang sudah sampai di Cibubur ya tinggal disambung ke Bogor ya kita berharap lah. Titiknya di Perpres ya di Perpres itu di Baranangsiang," jelas Dedie A Rachim.
Landasan hukum mengenai rute moda transportasi ini mengacu pada amanat Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2017. Selain itu, rencana ini juga diperkuat melalui hasil studi lanjutan mengenai integrasi teknis antara jalur LRT Jakarta dan wilayah Bogor.
Dedie memberikan penegasan bahwa posisi Kota Bogor sangat krusial sebagai daerah penyangga utama bagi ibu kota. Oleh karena itu, partisipasi aktif dalam perancangan transportasi skala metropolitan dianggap menjadi langkah vital agar dampak pembangunan infrastruktur bisa tersebar secara proporsional kepada masyarakat.
Optimalisasi jaringan transportasi kereta ringan ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai beban kemacetan yang kronis di jalan raya lintas wilayah. Penguatan konektivitas antar-daerah diharapkan dapat mengubah pola pergerakan warga dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih efisien.