Remaja 15 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda Embarkasi Padang 2026

Remaja 15 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda Embarkasi Padang 2026
Foto: Ilustrasi Remaja 15 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda Embarkasi Padang 2026.

Seorang remaja berusia 15 tahun bernama Latifa Syafvina Putri Zuhrizal resmi tercatat sebagai calon jemaah haji (CJH) termuda dari Embarkasi Haji Padang, Sumatera Barat, pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026 masehi. Remaja asal Kota Padang yang tergabung dalam Kloter 1 tersebut mulai memasuki asrama haji pada Kamis (23/4/2026).

Keberangkatan Latifa ke Tanah Suci bertujuan untuk menggantikan posisi orang tuanya yang telah meninggal dunia, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kepastian status Latifa sebagai jemaah paling belia dikonfirmasi langsung oleh otoritas terkait saat proses pemeriksaan dokumen di embarkasi.

"Tadi setelah kita cek, calon jemaah haji termuda itu berusia 15 tahun asal Kota Padang," ujar M. Rifki, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar.

Partisipasi jemaah usia remaja ini dimungkinkan oleh adanya perubahan aturan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Regulasi tersebut menurunkan batas minimal usia bagi anggota keluarga yang menggantikan jemaah wafat menjadi 13 tahun, dari aturan sebelumnya yang lebih tinggi.

"Artinya, ketika seorang calon jemaah haji wafat, maka bisa digantikan anggota keluarga dengan syarat berusia minimal 13 tahun. Jadi jemaah haji yang 15 tahun ini sudah memenuhi syarat secara regulasi," ujar M. Rifki, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar.

Berbeda dengan Latifa, posisi jemaah tertua tahun ini ditempati oleh Ranyam Jamaan Arif yang telah menginjak usia 85 tahun. Secara total, Kanwil Kemenhaj Sumbar mengelola keberangkatan 5.402 calon jemaah yang berasal dari wilayah Sumatera Barat dan Bengkulu menggunakan armada Garuda Indonesia Boeing 737 seri 300.

Kelompok Terbang 1 yang terdiri dari 386 jemaah dijadwalkan bertolak dari Bandara Internasional Minangkabau pada Jumat (24/4/2026) pukul 01.05 WIB. Rombongan perdana ini diperkirakan akan mendarat di Madinah pada pukul 06.00 waktu setempat dengan pendampingan dari petugas PPIH, tim medis daerah, dan pembimbing ibadah.

Artikel terkait

Rekomendasi