Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap 1 Mei merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi keagamaan. Hal ini berkaitan erat dengan pesan keadilan, kesejahteraan, serta penghormatan terhadap martabat manusia yang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup.
Dilansir dari Cahaya, ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW telah lama menekankan pentingnya menjaga hak-hak pekerja. Nilai-nilai ini menjadi relevan diangkat dalam khutbah Jumat sebagai pengingat bahwa ibadah tidak hanya mencakup hubungan dengan Allah, tetapi juga keadilan antarmanusia.
Dalam sebuah khutbah, ditegaskan bahwa ketakwaan sejati harus tercermin melalui sikap jujur dan kepedulian sosial. Kesalehan pribadi dinilai kurang bermakna apabila seseorang menutup mata terhadap praktik ketidakadilan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)
Dunia memperingati Hari Buruh untuk mengenang peran besar para pekerja dalam menopang struktur kehidupan masyarakat. Sering kali, para pekerja ini harus mengerahkan tenaga dan pikiran dalam kondisi yang kurang ideal atau tanpa perlindungan yang memadai.
Islam memandang aktivitas bekerja bukan sekadar urusan duniawi, melainkan bagian dari ibadah. Namun, prinsip ini harus dibarengi dengan sistem yang adil dalam hubungan antara pemberi kerja dan karyawan agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 90:
Ϻ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä ┘è┘ÄÏú┘Æ┘à┘ÅÏ▒┘Å Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏ╣┘ÄÏ»┘Æ┘ä┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏº┘ÉÏ¡┘ÆÏ│┘ÄϺ┘å┘É ┘ê┘ÄϺ┘É┘è┘ÆÏ¬┘ÄϺ█ñϪ┘É Ï░┘É┘ë Ϻ┘ä┘Æ┘é┘ÅÏ▒┘ÆÏ¿┘░┘ë ┘ê┘Ä┘è┘Ä┘å┘Æ┘ç┘░┘ë Ï╣┘Ä┘å┘É Ïº┘ä┘Æ┘ü┘ÄÏ¡┘ÆÏ┤┘ÄϺ█ñÏí┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘Å┘å┘Æ┘â┘ÄÏ▒┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¿┘ÄÏ║┘Æ┘è┘É ┘è┘ÄÏ╣┘ÉÏ©┘Å┘â┘Å┘à┘Æ ┘ä┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ Ï¬┘ÄÏ░┘Ä┘â┘æ┘ÄÏ▒┘Å┘ê┘Æ┘å┘Ä
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran."
Perintah Menunaikan Hak Pekerja
Perintah untuk berlaku adil merupakan fondasi sosial dalam Islam, termasuk dalam urusan upah dan perlindungan tenaga kerja. Pelanggaran terhadap keadilan terjadi ketika hak pekerja diabaikan atau upah yang diberikan tidak sebanding dengan beban kerja mereka.
Rasulullah SAW memberikan teladan yang tegas mengenai perlakuan terhadap pekerja. Hal ini tercantum dalam sebuah hadis yang menekankan kecepatan dalam memenuhi hak-hak finansial mereka setelah tugas selesai dilaksanakan.
"Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasululllah saw bersabda: "Berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya mengering." (HR. Ibnu Majah)
Pesan ini mengandung nilai kemanusiaan yang mendalam bahwa pekerja tidak boleh dianggap sekadar alat produksi. Di balik tenaga yang mereka keluarkan, terdapat martabat manusia dan keluarga yang bergantung pada penghasilan tersebut.
Keadilan sebagai Inti Risalah
Tujuan utama diutusnya para rasul adalah untuk menegakkan keseimbangan dan keadilan di muka bumi. Pengabaian terhadap hak-hak sosial dalam dunia kerja dianggap sebagai tindakan yang menjauh dari esensi ajaran Islam itu sendiri.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Hadid ayat 25:
┘ä┘Ä┘é┘ÄÏ»┘Æ Ïº┘ÄÏ▒┘ÆÏ│┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ Ï▒┘ÅÏ│┘Å┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘æ┘É┘å┘░Ϭ┘É ┘ê┘ÄϺ┘Ä┘å┘ÆÏ▓┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ ┘à┘ÄÏ╣┘Ä┘ç┘Å┘à┘ŠϺ┘ä┘Æ┘â┘ÉϬ┘░Ï¿┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘É┘è┘ÆÏ▓┘ÄϺ┘å┘Ä ┘ä┘É┘è┘Ä┘é┘Å┘ê┘Æ┘à┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ│┘Å Ï¿┘ÉϺ┘ä┘Æ┘é┘ÉÏ│┘ÆÏÀ┘É█Ü
Artinya: "Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca agar manusia dapat menegakkan keadilan."
Setiap bentuk kezaliman dalam hubungan kerja akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Penindasan terhadap pihak yang lemah atau pengabaian hak buruh disebut akan menjadi kegelapan bagi pelakunya pada hari kiamat nanti.
"Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Muslim)
Peringatan Hari Buruh semestinya menjadi ruang evaluasi diri bagi semua pihak. Menjadi pribadi yang adil dan menghormati hak orang lain adalah langkah nyata dalam menjauhi kezaliman sosial di tengah masyarakat.