Rano Karno Pimpin Penertiban Parkir Liar dan PKL di Lebak Bulus

Rano Karno Pimpin Penertiban Parkir Liar dan PKL di Lebak Bulus
Foto: Ilustrasi Rano Karno Pimpin Penertiban Parkir Liar dan PKL di Lebak Bulus.

Akses lalu lintas di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi sasaran penertiban petugas gabungan terhadap praktik parkir liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL) pada Jumat (24/4/2026).

Langkah tegas ini diambil setelah kondisi kemacetan di Jalan Kembang Raya menjadi perbincangan hangat di media sosial akibat banyaknya sepeda motor yang memakan badan jalan, seperti dikutip dari Megapolitan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung memimpin proses sterilisasi kawasan yang juga menyasar lapak pedagang di persimpangan Jalan RA Kartini.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, petugas memindahkan ratusan sepeda motor yang terparkir dua baris ke lahan baru milik PT Sarana Jaya di samping Poins Square Mall.

Lahan kosong tersebut disiapkan sebagai lokasi pengganti agar Jalan Kembang Raya tidak lagi tertutup kendaraan yang parkir di bahu jalan secara ilegal.

Meski sebagian besar motor berhasil dipindahkan satu per satu, terdapat beberapa kendaraan yang terkunci ganda sehingga menyulitkan proses evakuasi oleh petugas di lokasi.

Kawasan di samping depo Stasiun MRT Lebak Bulus tersebut kini dinyatakan terlarang untuk parkir karena memicu penyempitan jalur dua arah yang berujung pada kepadatan lalu lintas.

"Saya mengimbau agar warga tidak melakukan lagi lah parkir liar, karena melanggar aturan, terjadi kemacetan, akses umum menjadi terhambat dan rawan tindak kejahatan," kata Rano di lokasi, Jumat.

Penataan Lapak Pedagang di Jalur MRT

Selain kendaraan, Rano Karno menginstruksikan Satpol PP untuk membongkar lapak PKL beratap seng yang dinilai menghambat pergerakan kendaraan dan pejalan kaki.

Posisi warung yang berhadapan langsung dengan tembok pembatas depo MRT dianggap membahayakan mengingat tingginya frekuensi aktivitas transportasi di area tersebut.

"Begitu juga warung-warung ini, saya bahasanya minta izin. Bukan enggak boleh berusaha, boleh tapi nanti kami siapkan tempatnya. Ini kan kita tau ini akses MRT, cukup tinggi frekuensinya," ujar dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan skema pemindahan bagi sekitar empat pedagang makanan yang terdampak pembongkaran tersebut.

Respons Warga dan Kelanjutan Nasib Petugas Parkir

Penertiban ini menyisakan kekhawatiran bagi para pengelola parkir liar, salah satunya Joni (60), yang mengaku kehilangan penghasilan harian sekitar Rp 70.000 dari jasa tersebut.

"Iya (berminat), kan kami butuh. Masuk kerja tempat lain kan enggak bisa, sudah tua, sudah 60 tahun," kata Joni saat menyatakan keinginan bergabung jika lahan parkir baru membutuhkan tenaga kerja.

Sementara itu, Endah, seorang pedagang mi ayam, berharap dapat direlokasi ke area yang tidak terlalu jauh karena keterbatasan fisik untuk mendorong gerobak setiap pagi.

"Tapi enggak bisa katanya. Paling nanti di dekat pintunya doang," kata Endah saat menceritakan hasil komunikasinya dengan pihak berwenang.

Terkait nasib para juru parkir, Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, memastikan mereka akan diakomodasi oleh unit resmi.

"Untuk petugas parkirnya nanti menjadi binaan UP Parkir, mereka (UP Parkir) sudah masuk di lokasi," kata Bernad.

Artikel terkait

Rekomendasi