Kawasan Waduk Wadaslintang kini memiliki destinasi andalan baru bernama Rahayu River Tubing yang terletak di Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen. Wisata petualangan sungai ini berhasil mengubah wajah desa yang dulunya terisolasi menjadi pusat ekonomi kreatif yang mandiri.
Seperti dikutip dari Detik Travel, transformasi ini bermula dari pemanfaatan aliran sungai desa yang semula hanya digunakan untuk kebutuhan domestik. Kini, sungai tersebut menjadi wahana pemacu adrenalin bagi wisatawan yang ingin menyusuri arus menggunakan ban pelampung di bawah rimbunnya pepohonan bukit.
Aspek keamanan menjadi prioritas utama pengelola dengan menyediakan pelindung kepala, pelampung, serta instruktur lokal yang kompeten. Suasana yang ditawarkan jauh dari kebisingan kota, menjadikannya lokasi favorit bagi pengunjung yang ingin melepas penat atau melakukan aktivitas penyembuhan diri.
Kehadiran destinasi ini memberikan efek domino yang nyata bagi kesejahteraan warga setempat. Sektor pariwisata ini telah membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan orang, mulai dari pemandu wisata hingga pelaku usaha kuliner dan jasa parkir di area sekitar sungai.
Kepala Desa Rahayu, Paiman, menyatakan bahwa aktivitas wisata ini telah menyerap sekitar 60 hingga 70 pekerja dari penduduk lokal. Angka tersebut mencakup para pelajar sekolah menengah kejuruan yang ikut membantu operasional saat waktu senggang untuk belajar berwirausaha.
"Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan," ujar Paiman pada Jumat (1/5/2026).
Kesuksesan ini berdampak langsung pada Pendapatan Asli Desa (PADes) yang mencapai angka ratusan juta rupiah per tahun. Paiman mengungkapkan optimisme bahwa pendapatan desa dari sektor ini akan terus mengalami peningkatan signifikan seiring dengan perbaikan fasilitas pendukung.
"Target PADes kami tahun ini diharapkan mencapai Rp400 juta, dan kami optimis bisa menyentuh angka Rp500 juta seiring meningkatnya fasilitas," katanya.
Tantangan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah
Meskipun berkembang pesat, kendala utama yang dihadapi adalah aksesibilitas menuju lokasi. Paiman menekankan perlunya perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer dari arah Desa Sendangdalem menuju Rahayu yang saat ini kondisinya belum sepenuhnya optimal bagi kendaraan wisatawan.
Bupati Lilis Nuryani mengapresiasi keberhasilan pengelola dalam memajukan pariwisata daerah. Kebumen sendiri baru saja mencatatkan diri sebagai daerah dengan volume kunjungan wisata tertinggi di Jawa Tengah pada periode libur Lebaran lalu.
"Saya doakan PADes Rahayu bisa mencapai Rp1 miliar. Namun, perhatikan detail fasilitas, terutama kebersihan toilet. Itu kunci kenyamanan pengunjung. Saya juga menyarankan pembangunan restoran di pinggir sungai sebagai potensi pendapatan tambahan," pesan Bupati Lilis.
Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan potensi wisata melalui promosi digital dan penataan kawasan secara masif. Menurutnya, kepuasan pengunjung merupakan modal utama agar mereka secara sukarela mempromosikan keindahan alam Kebumen kepada khalayak luas.
"Mari kita rawat setiap potensi yang ada. Jika pengunjung puas, mereka akan kembali dan menjadi promotor gratis bagi keindahan Kebumen," pungkasnya.