Ketua PWNU se-Indonesia Desak PBNU Gelar Muktamar Akhir Juli 2026

Ketua PWNU se-Indonesia Desak PBNU Gelar Muktamar Akhir Juli 2026
Foto: Ilustrasi Ketua PWNU se-Indonesia Desak PBNU Gelar Muktamar Akhir Juli 2026.

Sejumlah pimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menyelenggarakan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Kesepakatan ini diambil dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta, pada Senin (27/4/2026).

Forum tersebut menghasilkan dokumen pernyataan sikap yang ditujukan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU guna memastikan organisasi kembali fokus pada agenda besar kebangsaan. Pengumpulan pimpinan wilayah ini melibatkan 23 pimpinan PWNU yang hadir secara langsung maupun melalui sambungan daring.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, memberikan konfirmasi mengenai keabsahan surat kesepakatan tersebut, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Penegasan ini disampaikan melalui sambungan telepon pada Selasa (28/4/2026) terkait hasil pertemuan di Jakarta Pusat.

"Iya pertemuannya kemarin, di Cempaka Putih (Jakarta)," ujar Gus Kikin, Ketua PWNU Jawa Timur.

Gus Kikin menjelaskan bahwa para ketua wilayah bersepakat demi kemaslahatan jamÔÇÖiyah Nahdlatul Ulama. Terdapat tiga poin utama yang ditekankan, termasuk ancaman mosi tidak percaya jika Muktamar tidak kunjung dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibahas sebelumnya.

"Apabila sampai dengan bulan Agustus 2026 Muktamar belum diselenggarakan, maka PWNU dan PCNU menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada PBNU," tegas dokumen tersebut.

Selain masalah jadwal, forum menuntut PBNU konsisten menjalankan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah tertanggal 18 Maret 2026. Hal ini mencakup percepatan penyelesaian Surat Keputusan (SK) serta penuntasan pembentukan panitia pelaksana kegiatan besar organisasi.

Poin ketiga dalam kesepakatan tersebut mendesak agar Steering Committee sudah menetapkan daftar resmi peserta Muktamar dari tingkat wilayah hingga cabang internasional paling lambat satu bulan sebelum acara dimulai. Sejumlah tokoh seperti KH Abdul Ghaffar Rozin, KH Juhadi Muhammad, dan Dr KH Samsul MaÔÇÖarif turut menandatangani kesepakatan ini.

Daftar Penandatangan Forum Ketua PWNU
NoNama TokohJabatan
1Tgk. H. Faisal AliKetua PWNU NAD
2Dr. KH. Marahalim Harahap, S.Ag., M.HumKetua PWNU SUMUT
3Prof. H. Ganefri, Ph.DKetua PWNU SUMBAR
4Prof. Dr. KH. Khairudin Wahid, M.AgKetua PWNU Bengkulu
5KH. Hendri Zainudin Al Qodiria.n Ketua PWNU SUMSEL
6KH. R. Abdul Khalim Mahali, LLB., MPIRKetua PWNU Riau
7Dr. KH. Mahbub DaryantoKetua PWNU KEPRI
8KH. M. Iskandar Nasution, SH., M.SiKetua PWNU Jambi
10HM. Fauzi A. BaharKetua PWNU KALTIM
11Dr. KH. M. Tambrin, M.PdKetua PWNU KALSEL
12H. Alwan Saputra, S.Ps.IKetua PWNU KALTARA
13Dr. KH. Samsul MaÔÇÖarif, MAKetua PWNU DKI Jakarta
14KH. Juhadi Muhammad, SHKetua PWNU JABAR
15KH. Abdul Ghaffar RozinKetua PWNU JATENG
17KH. Abdul Hakim MahfudzKetua PWNU JATIM
19Dr. KH. Adnan Nota, MAKetua PWNU SULBAR
20Prof. Dr. KH. Lukman S Thahir, M.AgKetua PWNU SULTENG
21Drs. KH. MuslimKetua PWNU SULTRA
22KH. Mukhsin RahakbauwKetua PWNU Papua Barat

Artikel terkait

Rekomendasi