Putra Mahkota Iran yang hidup dalam pengasingan, Reza Pahlavi, menjadi sasaran penyiraman cairan merah oleh orang tidak dikenal di Berlin, Jerman, pada Kamis (23/4/2026). Insiden tersebut berlangsung saat Pahlavi sedang meninggalkan sebuah gedung sesaat setelah menyelesaikan agenda konferensi pers.
Aksi ini terjadi tepat setelah Pahlavi menyampaikan kritik tajam terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Dilansir dari Kompas, cairan berwarna merah tersebut mengenai bagian leher serta jas sisi belakang yang dikenakan oleh sang putra mahkota.
Meskipun terkena siraman, Pahlavi dilaporkan tidak mengalami luka atau cedera dalam peristiwa tersebut. Ia bahkan sempat memberikan lambaian tangan kepada para pendukungnya di lokasi kejadian sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil untuk segera meninggalkan area bangunan.
Pihak kepolisian setempat segera memberikan keterangan awal mengenai zat yang digunakan dalam serangan tersebut. Petugas menduga bahwa cairan merah yang mengenai pakaian Pahlavi merupakan jus tomat.
Aparat keamanan juga langsung mengambil tindakan tegas dengan menahan satu orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan di lokasi. Sesuai dengan aturan privasi yang berlaku di Jerman, identitas pelaku tersebut tidak diungkapkan ke publik oleh otoritas kepolisian Berlin.