Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memberikan respons atas apresiasi Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi politik partainya yang berada di luar pemerintahan pada Kamis (21/5), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dilansir dari Media Indonesia, langkah sebagai penyeimbang tersebut diambil untuk mengawal kebijakan negara melalui koridor yang terukur. Puan menjelaskan bahwa pandangan kritis partai berlambang banteng itu bertujuan memberikan masukan yang membangun bagi program eksekutif.
"Terima kasih, tentu saja kami sangat mengapresiasi hal tersebut bahwa dukungan dan apa yang dilakukan oleh PDI Perjuangan tentu saja akan selalu dilakukan dengan cara-cara yang memang akan selalu kami lakukan untuk, ya, seperti yang Pak Presiden sampaikan, bahwa memberi masukan atau memberikan kritik yang konstruktif untuk agar pemerintah bisa menjalankan program-program dan kebijakannya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," ujar Puan, Ketua DPR RI.
Masyarakat diminta untuk tidak memandang posisi politik tersebut sebagai sebuah perlawanan yang memiliki dampak negatif.
"Jadi, kritiknya adalah kritik konstruktif yang membangun, bukan kritik untuk, apa namanya, secara negatif, namun justru memberikan masukan yang positif," imbuh Puan.
Ketua DPR RI tersebut juga membantah kekhawatiran mengenai pelemahan fungsi pengawasan di parlemen karena posisi fraksi PDIP harus berhadapan secara tunggal melawan tujuh fraksi partai politik lain yang bergabung dalam koalisi pemerintah.
"Ini bukan apa bicaranya apa satu banding tujuh, namun apa yang kami berikan sebagai masukan adalah masukan untuk bisa memberikan sesuatu hal yang menjadi masukan yang konstruktif," kata Puan.
Penegasan kemudian diberikan bahwa situasi politik di Senayan merupakan sebuah ruang untuk melakukan check and balances guna menyempurnakan jalannya pemerintahan.
"Jadi, bukan kemudian kalah atau menang, tapi justru memberikan masukan agar ada perbaikan," pungkas Puan.