Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memberikan penjelasan transparan mengenai alasan di balik kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026. Desakan ini disampaikan menyusul lonjakan harga signifikan pada beberapa jenis bahan bakar di tengah situasi geopolitik global.
Kenaikan harga tersebut memicu keterkejutan di masyarakat karena besaran penyesuaian yang dinilai cukup tajam. Berdasarkan data yang dihimpun, harga Dexlite dan Pertamina Dex mengalami lonjakan paling tinggi dibandingkan jenis bahan bakar lainnya, sebagaimana dilansir dari Nasional.
| Jenis BBM | Harga Lama (Rp/Liter) | Harga Baru (Rp/Liter) | Kenaikan (Rp) |
|---|---|---|---|
| Pertamax Turbo | 13.100 | 19.400 | 6.300 |
| Dexlite | 14.200 | 23.600 | 9.400 |
| Pertamina Dex | 14.500 | 23.900 | 9.400 |
| Pertamax | 12.300 | 12.300 | 0 |
| Pertamax Green 95 | 12.900 | 12.900 | 0 |
Puan menyatakan bahwa pemerintah wajib melakukan evaluasi secara rutin dan menyampaikan hasilnya kepada publik agar tercipta rasa keadilan. Penegasan ini muncul saat ia menanggapi langkah pemerintah yang mulai menyesuaikan harga di sektor nonsubsidi.
"Dengan sudah adanya kenaikan, adanya kenaikan harga BBM non-subsidi, tentu saja harus ada keadilan. Dan diberikan penjelasan, kenapa harga tersebut naik dan sampai kapan? Dan apakah harga tersebut akan terus naik, ataukah tidak? Dan evaluasi ini tentu saja harus disampaikan secara berkala," ujar Puan, Ketua DPR, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
DPR mendorong pemerintah untuk segera menyusun langkah mitigasi yang komprehensif guna menghadapi segala kemungkinan dampak ekonomi. Upaya antisipasi ini dipandang krusial mengingat masyarakat awam belum sepenuhnya memahami perkembangan konflik internasional yang memengaruhi pasokan energi.
"Namun sebagai negara yang walaupun tidak secara langsung terimbas, kita harus siap mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi," imbuh Puan, Ketua DPR.
Hingga saat ini, pemerintah belum merinci jadwal evaluasi berkala yang diminta oleh legislatif. Sementara itu, harga untuk jenis BBM Pertamax dan Pertamax Green 95 dilaporkan masih tetap stabil tanpa mengalami perubahan harga.