PSN Operasikan Satelit Nusantara Lima Tantang Persaingan Starlink

PSN Operasikan Satelit Nusantara Lima Tantang Persaingan Starlink
Foto: Ilustrasi PSN Operasikan Satelit Nusantara Lima Tantang Persaingan Starlink.

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mulai mengoperasikan Satelit Nusantara Lima untuk memperkuat layanan internet satelit di Indonesia sekaligus menghadapi ekspansi agresif Starlink. Perusahaan satelit nasional ini mengandalkan teknologi lokal untuk menjaga kedaulatan digital dan keamanan infrastruktur dari gangguan geopolitik global.

Dilansir dari Detik iNET, Satelit Nusantara Lima merupakan jenis satelit GEO yang telah memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) serta VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Infrastruktur ini memiliki kapasitas mencapai 160 Gbps yang diklaim sebagai yang terbesar di kawasan Asia.

Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menyatakan bahwa perusahaannya mengambil jalur strategi yang berbeda dibandingkan dengan layanan Low Earth Orbit (LEO) milik Elon Musk.

"Kami ingin memberikan opsi berbeda dibandingkan Starlink. Teknologi yang kami bangun, termasuk antena Cerdiq, semuanya buatan lokal," kata Adi.

Penggunaan komponen dalam negeri disebut menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan layanan. Adi menilai kendali penuh atas infrastruktur di tanah air memastikan akses internet tidak akan terputus akibat dinamika politik internasional.

"Semua kapasitas ini jatuhnya di tanah air. Dan servisnya tidak akan dihentikan karena masalah geopolitik," ucapnya.

Terkait persaingan pasar, PSN menegaskan tidak akan mengikuti strategi subsidi harga yang masif. Adi mengamati adanya perbedaan model bisnis di mana pesaing memanfaatkan keuntungan dari pasar Amerika dan Eropa untuk melakukan penetrasi pasar di wilayah lain.

"Perang harga dengan manusia terkaya di dunia agak lucu juga. Kami tidak mau masuk ke ranah subsidi yang tidak sehat," katanya.

Keunggulan kompetitif PSN juga dititikberatkan pada kemudahan distribusi perangkat melalui antena Cerdiq yang hanya berbobot 5 hingga 7 kilogram. Antena hasil manufaktur lokal tersebut dirancang agar praktis dipasang pada berbagai lokasi di pelosok Indonesia.

Selain fokus pada layanan komunikasi, PSN kini tengah menyiapkan satelit baru untuk sektor Penginderaan Jarak Jauh dan Internet of Things (IoT). Proyek ini ditujukan untuk mendukung mitigasi bencana, pemantauan ketahanan pangan, hingga urusan pertahanan nasional.

"Kami harapkan critical design review selesai akhir tahun ini, lalu masuk tahap pengujian. Target peluncuran akhir 2027 atau awal 2028," kata Adi.

Perusahaan juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat komersialisasi riset antariksa. Kebutuhan akan data real-time untuk pemantauan aset lingkungan dan sumber daya alam menjadi alasan utama pengembangan teknologi non-komunikasi tersebut.

"Indonesia punya sekitar 13 juta hektare gambut yang perlu dipantau terus kondisinya. Semua itu membutuhkan transmisi data yang kuat," pungkas Adi.

Artikel terkait

Rekomendasi