PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meresmikan pengoperasian Satelit Nusantara Lima (N5) berkapasitas 160 Gbps di Jakarta pada Senin malam, 11 Mei 2026. Satelit ini difungsikan untuk memperluas akses internet, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie. Pengoperasian ini dilakukan setelah satelit mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan lolos uji laik operasi pada April 2026.
Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menjelaskan bahwa pengoperasian satelit ini menjadi tonggak penting bagi kedaulatan digital nasional. Dilansir dari Detik iNET, infrastruktur ini juga menjangkau negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
"Hari ini kami dengan bangga meresmikan operasi satelit Nusantara Lima, sebuah simbol yang penting untuk negara kita dalam mempertahankan kemandirian nasional kita sendiri. Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan Indonesia, Malaysia, dan Filipina, bentuk dari peningkatan kekuatan Indonesia dalam menghadirkan konektivitas digital di negara ASEAN," ujar Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PSN.
Adi menambahkan bahwa kehadiran teknologi ini sangat diminati oleh negara-negara di sekitar Indonesia. Hal tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan akan koneksi mandiri bagi tiap negara.
"Ini bukti bahwa negara-negara tetangga kita membutuhkan, mementingkan kemandirian konektivitas di tengah dinamika global politik dunia saat ini," kata Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PSN.
Dari total kapasitas yang tersedia, PSN mengalokasikan 140 Gbps untuk kebutuhan domestik. Sementara itu, sisanya dibagi rata untuk melayani kebutuhan konektivitas di Filipina dan Malaysia.
"Di Indonesia 140 Gbps karena kita tetap pemakaian terbesar ya. (Terkait target pengguna) itu macam-macam, ada pemerintah, swasta, lembaga-lembaga lainnya. Kita ingin memberikan suatu opsi kepada kepentingan untuk pemakaian di Indonesia bahwa kita bisa memiliki kapasitas yang bisa dipakai dan diandalkan," tutur Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PSN.
Investasi yang dialokasikan PSN untuk proyek Satelit N5 mencapai sekitar Rp 8 triliun. Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Amerika Serikat pada September 2025 dan kini telah menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur.
Seluruh infrastruktur pendukung di bumi, termasuk tujuh stasiun kendali yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan, kini sudah terintegrasi penuh. Satelit Nusantara Lima memiliki masa operasional lebih dari 15 tahun untuk mendukung keamanan nasional dan sektor bisnis.