Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tumbuh Melandai

Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tumbuh Melandai
Foto: Ilustrasi Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tumbuh Melandai.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal II 2026 akan mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya. Pengumuman tersebut disampaikan dalam paparan virtual Bank Mandiri Macro and Market Brief pada Senin, 11 Mei 2026.

Dilansir dari Money, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Department Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, memperkirakan laju ekonomi Indonesia akan berada pada rentang 5,1 hingga 5,5 persen. Angka ini tercatat lebih rendah daripada capaian Kuartal I 2026 yang menyentuh angka 5,61 persen.

"Kita melihat ada peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,1 sampai 5,5 persen di kuartal kedua tahun 2026 ini," ujar Dian Ayu Yustina, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Department Bank Mandiri.

Dian menjelaskan bahwa akselerasi pada awal tahun dipicu oleh faktor musiman seperti Ramadan dan Idul Fitri yang meningkatkan konsumsi domestik. Selain itu, realisasi belanja pemerintah yang melonjak hingga 21,8 persen turut menjadi motor penggerak utama pada kuartal pertama.

"Ada beberapa faktor yang katalis pertumbuhan ekonomi yang tidak berulang lagi di Kuartal II, III, atau IV seperti misalnya periode Lebaran tentunya. Ini artinya pertumbuhan di kuartal kedua mungkin akan melandai," jelas Dian.

Penurunan kinerja ekonomi ini juga terlihat dari beberapa indikator terkini, seperti indeks keyakinan konsumen dan penjualan ritel yang mulai menyusut. Ketegangan geopolitik di Iran disebut menjadi salah satu faktor eksternal yang memberikan sentimen negatif terhadap persepsi masyarakat atas stabilitas ekonomi domestik.

"Kita melihat masih ada dukungan dari berbagai kebijakan. Ini harusnya bisa menopang pertumbuhan ke depan," kata Dian.

Meski terdapat tantangan global, Bank Mandiri tetap optimistis terhadap ketahanan ekonomi nasional melalui dukungan kebijakan moneter dan fiskal. Secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 diprediksi mencapai 5,18 persen, lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar 5,11 persen.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahunan
TahunStatusPersentase Pertumbuhan
2025Realisasi5,11%
2026Proyeksi5,18%
2027Proyeksi5,35%

Kondisi pasar tenaga kerja yang membaik sejak awal tahun ini diperkirakan akan terus berlanjut dan menjadi penyangga bagi aktivitas ekonomi hingga akhir kuartal kedua. Pertumbuhan jangka panjang pada tahun 2027 bahkan ditargetkan mampu mencapai level 5,35 persen seiring dengan pemulihan yang konsisten.

Artikel terkait

Rekomendasi