Pemerintah Lanjutkan Proyek Lumbung Pangan Wanam Malah Hambatan Muncul

Pemerintah Lanjutkan Proyek Lumbung Pangan Wanam Malah Hambatan Muncul
Foto: Ilustrasi Pemerintah Lanjutkan Proyek Lumbung Pangan Wanam Malah Hambatan Muncul.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan Proyek Strategis Nasional lumbung pangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, demi mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang. Program prioritas cetak sawah seluas satu juta hektare ini dilansir dari Media Indonesia tetap berjalan di tengah upaya hambatan dari pihak tertentu.

Peneliti Indikator Politik Bawono Kumoro menilai bahwa proyek lumbung pangan di Wanam memiliki posisi yang sangat penting untuk masa depan Indonesia. Langkah penuntasan program ketahanan pangan ini harus tetap dijaga dari berbagai upaya penggagalan.

"Tenu harus tetap dilanjutkan. Jangan justru terhenti ketika ada upaya dari kalangan tertentu yang mencoba menggagalkan program ini," kata Bawono, Rabu (20/5).

Upaya penghambatan sektor ketahanan pangan tersebut diduga dilakukan melalui pembuatan karya film dokumenter tertentu. Hambatan ini muncul di tengah berjalannya program cetak sawah satu juta hektare.

"Termasuk dengan pembuatan film Pesta Babi," jelas Bawono.

Ia menambahkan bahwa hasil nyata dari proyek berskala besar ini memang membutuhkan waktu agar dapat sepenuhnya dinikmati. Nilai strategis dari lumbung pangan ini akan menjadi fondasi kekuatan pangan nasional pada masa mendatang.

"Mungkin di masa jangka pendek atau jangka menengah ini belum bisa terlihat secara jelas buah dari program ketahanan pangan ini, tapi di masa jangka panjang, di masa depan tentu akan memiliki nilai strategis program tersebut. Karena itu harus tetap dilanjutkan oleh pemerintah," ujar Bawono.

Sementara itu, warga lokal menyambut positif dan mengapresiasi proyek karena telah menyentuh kawasan yang sebelumnya minim infrastruktur. Kehadiran proyek ini dipandang membawa harapan baru untuk kemakmuran masyarakat hingga generasi mendatang.

"Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu," kata salah seorang warga Tarsan Balagaize, dikutip di Jakarta, Kamis (14/5).

Pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat ini dipercaya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat. Akses yang terbuka dinilai memberikan peluang ekonomi yang lebih baik.

"Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berarti kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan jadi lebih makmur," ujarnya.

Dukungan penuh diberikan oleh penduduk setempat terhadap keberlanjutan program infrastruktur ini. Kehadiran fasilitas baru memicu rasa terima kasih yang besar dari warga lokal.

"Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini," tuturnya.

Di sisi lain, pengerjaan fasilitas penunjang di kawasan komoditas pangan tersebut dilaporkan memperlihatkan kemajuan fisik yang signifikan. Seorang petugas proyek memberikan rincian bahwa area jetty multipurpose dan fasilitas solar cell kini telah rampung sepenuhnya.

"Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen," ujar petugas proyek.

Beberapa infrastruktur logistik lain seperti tangki penyimpanan bahan bakar dan gudang serbaguna juga terus dikebut hingga mendekati tahap akhir. Kawasan Wanam kini disiapkan menjadi pusat cadangan pangan baru yang dikerjakan oleh Jhonlin Group dengan fokus utama pada konektivitas ekosistem.

"Untuk HSD tank kapasitas 5.000 meter per ton kita sudah menyetok di 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul yang pasti oleh solar cell kita sudah 100 persen," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi