Sejumlah personel Kepolisian Sektor Grogol Petamburan menjalani pemeriksaan internal oleh Propam setelah video aksi pencegatan mobil di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, viral pada Sabtu (18/4/2026). Tindakan tegas tersebut diambil guna mendalami prosedur operasional yang dilakukan petugas di lapangan saat kejadian.
Pemeriksaan terhadap anggota tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Langkah ini merupakan respons atas sorotan publik terkait cara petugas menghentikan kendaraan yang dicurigai terlibat tindak pidana.
Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya membenarkan bahwa pria-pria bermasker dalam rekaman tersebut adalah anak buahnya. Penjelasan tersebut disampaikan untuk mengklarifikasi identitas kelompok pria yang sempat dipertanyakan oleh masyarakat di media sosial.
"Jadi kejadian kemarin itu, memang itu dari personel kami," ungkap Reza saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (20/4/2026).
Reza memaparkan bahwa pencegatan itu berawal dari laporan warga mengenai adanya potensi pelanggaran hukum di area tersebut. Petugas kemudian bergerak melakukan pemantauan terhadap kendaraan yang sesuai dengan ciri-ciri yang dilaporkan.
"Terus, itu kenapa terjadi seperti itu? Karena memang dari personel kami ini menerima laporan dari masyarakat yang tidak mau disebutkan identitas namanya, bahwa dicurigai ada transaksi narkoba atau tindakan yang menyalahi aturanlah gitu lho," ujarnya.
Berdasarkan aduan itu, tim di lapangan berupaya menghentikan mobil untuk pemeriksaan. Namun, Kapolsek menyebutkan bahwa pengemudi tidak memberikan respons yang baik saat proses penggeledahan akan dimulai.
"Makanya kita melakukan penggeledahan ke mobil tersebut. Tapi yang terjadi ya si yang meng-upload video ini dia tidak kooperatif gitu. Dia tidak kooperatif malah itu tadi, memviralkan video tersebut, gitu," kata Reza.
Mobil tersebut akhirnya diizinkan melanjut perjalanan karena pertimbangan kemanusiaan. Petugas melihat ada anak di bawah umur di dalam kabin sehingga memutuskan untuk melepaskan kendaraan guna menjaga situasi tetap kondusif.
"Nah, sampai saat ini kita lagi masih mencari identitas yang memviralkan videonya ini untuk mau kita mediasikan. Iya, sekarang kita masih berusaha buat nyari," ucap Reza.
Mengenai dugaan paksaan oleh petugas, AKP Reza menyebut hal itu merupakan bentuk kewaspadaan anggota saat bertugas. Langkah tersebut diambil demi keamanan personel dari ancaman yang mungkin muncul dari dalam kendaraan.
"Nah, kita kan juga ada antisipasi dari personel kami juga gitu lho. Karena kan tahu sendiri kalau mungkin bahayanya dari dalam mobil itu kan, ya kita antisipasi lah untuk hal-hal tersebut," tuturnya.
Meskipun operasi tersebut didasarkan pada laporan masyarakat, pertanggungjawaban tetap harus diberikan oleh anggota yang bertugas. Propam saat ini fokus pada aspek kepatuhan aturan selama proses pencegatan berlangsung.
"Nah, untuk saat ini sudah dimintai keterangan oleh dari Propam gitu terkait dengan video viral itu, terkait dengan kejadian itu. Iya, betul (sementara pemeriksaan di Propam dulu)," kata Reza.
Di sisi lain, pengemudi mobil memberikan keterangan melalui unggahan video mengenai kronologi dari sudut pandangnya. Ia mengaku dibuntuti dari arah Kompleks Casa Jardin sebelum akhirnya dipaksa berhenti oleh enam orang.
"Sekitar jam 15.30 WIB mobil saya tiba-tiba dicegat tiga motor dan enam orang mengaku polisi dan teriak-teriak agar saya buka pintu mobil dan dituduh ambil narkoba dari kawasan Cengkareng," tulis pengemudi dalam keterangan video.
Pihak kepolisian saat ini masih berupaya menemukan identitas pengemudi tersebut. Upaya mediasi akan dilakukan untuk menjernihkan kesalahpahaman yang terjadi antara petugas lapangan dan warga sipil tersebut.