Pemprov DKI Dorong Promosi Digital di Sentra Ikan Hias Cengkareng

Pemprov DKI Dorong Promosi Digital di Sentra Ikan Hias Cengkareng
Foto: Ilustrasi Pemprov DKI Dorong Promosi Digital di Sentra Ikan Hias Cengkareng.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) berupaya membangkitkan kembali geliat ekonomi di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil guna merespons keluhan pedagang terkait anjloknya jumlah pengunjung dan kondisi infrastruktur yang mulai usang.

Kelesuan aktivitas jual beli di sentra ikan hias tersebut dinilai dipengaruhi oleh penurunan daya beli masyarakat terhadap barang hobi. Dilansir dari Megapolitan, kondisi ekonomi di Jakarta saat ini berdampak langsung pada prioritas pengeluaran warga.

"Memang sebenarnya kondisi ekonomi masyarakat kita, terutama di DKI, itu sedang kurang baik lah. Jadi ya bisa dibilang, saat ini bukan pilihan utama lah untuk memelihara ikan hias gitu," ucap Risnadi, Kepala Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) DKI Jakarta.

Pemerintah kini mendorong para pedagang untuk beradaptasi dengan pola belanja masyarakat yang telah beralih ke ranah digital. Risnadi menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial menjadi strategi utama untuk menarik kembali minat calon pembeli ke TPHP Cengkareng.

"Pedagang bisa kasih materi ke saya, kita akan bantu publikasi rutin melalui media sosial PPISHP, kami juga rutin datang ke sana (membuat konten). Yang penting tempat ini ramai dulu," tuturnya.

Selain upaya promosi daring, pemerintah juga menginisiasi perpanjangan waktu operasional pasar. Jam buka yang sebelumnya terbatas kini direncanakan mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB untuk memfasilitasi pengunjung yang sibuk pada siang hari.

"Kebijakan ini diharapkan mendukung peningkatan potensi transaksi pedagang, khususnya bagi pengunjung yang memiliki keterbatasan waktu di siang hari. Namun, pelaksanaannya tetap mengacu pada aturan keamanan dan ketertiban. Saya tidak mau tempat itu jadi sarang narkoba atau judi," kata Risnadi.

Risnadi menambahkan bahwa pengajuan anggaran rehabilitasi gedung sangat bergantung pada produktivitas dan keramaian di lokasi tersebut. Ia meminta komitmen pedagang untuk menjaga kerapian area dagang mereka terlebih dahulu.

"Kalau pengunjungnya ramai dan omzetnya naik, saya PD (percaya diri) untuk mengajukan tambahan anggaran perbaikan. Makanya, ayo sama-sama kita rapikan dulu kondisinya, kita buat ramai dulu, baru pemerintah dengan sendirinya akan memberikan perhatian lebih," ujarnya.

Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Aas Asih, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama pedagang melalui pertemuan pada 13 April dan 27 April 2026. Pihaknya juga menyiapkan strategi edukasi untuk menjangkau segmen pasar baru.

"Dalam rangka mendukung peningkatan promosi, PPISHP dan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat berperan aktif memfasilitasi penyebarluasan informasi melalui media sosial resmi, baik di tingkat Sudin maupun Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta," kata Aas Asih, Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat.

Program jemput bola juga melibatkan institusi pendidikan dan komunitas pencinta hewan melalui kegiatan rutin yang diselenggarakan di kawasan tersebut sejak tahun 2025.

"Kami memfasilitasi dan mendorong kegiatan kunjungan edukatif dari anak sekolah sebagai sarana pembelajaran teknik pemeliharaan dan pemasaran ikan hias. Di sisi lain, kami juga memanfaatkan kegiatan sterilisasi kucing di lokasi TPHP untuk mengenalkan potensi ikan hias kepada komunitas pencinta hewan," jelas Aas.

Kondisi pasar saat ini dirasakan sangat kontras oleh para pelaku usaha lama yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup di lokasi tersebut. Salah satu pedagang, Nando, mengungkapkan bahwa penurunan tingkat kunjungan telah memangkas pendapatannya secara drastis.

"Kita ibarat kata kalau bicara ramai, dulu tuh untuk duduk saja susah. Saking padatnya traffic pengunjung, kita terlalu sibuk untuk melayani. Kalau sekarang pedagang malah hampir semuanya duduk terus, main handphone," kata Nando, pedagang dari Nagatawa Aquarium.

Artikel terkait

Rekomendasi