Sekretaris Jenderal Projo Freddy Damanik menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia merupakan murni hasil kehendak serta kepercayaan rakyat pada Senin (20/4/2026). Pernyataan tersebut merespons narasi mengenai peran personal tokoh tertentu dalam proses demokrasi di Indonesia.
Dilansir dari Kompas, Projo memberikan klarifikasi mengenai landasan pembangunan demokrasi yang menurut mereka tidak bisa disandarkan pada jasa individu semata. Organisasi relawan ini menekankan pentingnya kerja kolektif dalam mencapai keberhasilan politik di tingkat nasional.
"Namun demikian, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia. Demokrasi tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa," ujar Freddy Damanik, Sekretaris Jenderal Projo.
Pihak Projo menyatakan tetap memberikan penghormatan kepada Jusuf Kalla sebagai salah satu tokoh bangsa yang telah berkontribusi bagi perjalanan demokrasi, termasuk saat Pilpres 2014. Namun, keberhasilan Jokowi dinilai lebih bertumpu pada rekam jejak kepemimpinan yang dimulai dari bawah dan kedekatannya dengan masyarakat.
Freddy juga memperingatkan semua pihak agar tidak melakukan penyederhanaan terhadap proses demokrasi yang kompleks menjadi sekadar klaim pribadi seseorang. Ia mengajak publik untuk tetap menjaga kesehatan narasi kebangsaan dalam setiap diskusi politik.
"Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu," tutup Freddy Damanik.