Program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang diinisiasi oleh PT Multi Harapan Utama (MHU) di kawasan lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memberikan dampak sosial nyata. Seperti dikutip dari Media Indonesia, inisiatif ini memperluas akses ketenagakerjaan dan pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat.
Semenjak bergulir pada tahun 2019, program tersebut telah mengantarkan 869 warga mendapatkan ijazah kesetaraan. Tercatat sebanyak 212 lulusan di antaranya kini telah terserap di berbagai sektor pekerjaan, meliputi perusahaan jasa, bidang keamanan, hingga sektor usaha mandiri.
Langkah ini diambil berdasarkan pemetaan sosial perusahaan yang menunjukkan tingginya angka putus sekolah di wilayah Ring 1 operasional. Di area tersebut, sekitar 34 persen dari total 52 ribu penduduk di 10 desa tercatat belum merampungkan pendidikan formal mereka.
Guna mengatasi persoalan itu, PT Multi Harapan Utama (MHU) menggandeng PKBM Puteri Karang Melenu untuk menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan. Fasilitas pendukung turut disediakan, seperti renovasi pusat kegiatan belajar, pengadaan komputer, hingga pelatihan tata boga dan operator alat berat.
"Dulu saya sempat berpikir tidak akan bisa kuliah karena kondisi keluarga. Tapi beasiswa ini mengubah banyak hal dalam hidup saya. Saya tidak hanya bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar hingga ke Korea," ujar Yeni Yuniarni, salah satu penerima manfaat yang berhasil mengikuti pertukaran pelajar ke Korea Selatan.
Investasi sosial ini dinilai sebagai langkah strategis bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah kerja perusahaan.
"Program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini kami jalankan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami," kata Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama (MHU), Kemal Djamil Siregar.
Berkat dampak sosial yang dihasilkan, program ini memenangkan penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial RI, Jakarta.
Secara performa, program ini mencatatkan nilai Social Return on Investment (SROI) mencapai angka 3,59, yang berarti tiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sosial setara Rp3,59. Selain itu, raihan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menyentuh skor 93,06 dengan predikat Sangat Baik.
Pihak manajemen menyatakan komitmennya untuk memperkuat program ini di masa mendatang melalui peningkatan mutu pembelajaran, perluasan jenis pelatihan kerja, serta penguatan sinergi bersama pemerintah daerah demi keberlanjutan akses pendidikan warga.