Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan perombakan besar dalam struktur kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu tokoh yang dipercaya masuk dalam jajaran tersebut adalah Agustina Arumsari, yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Agustina tidak sendirian, ia dilantik bersama Mayjen TNI Trenggono untuk memperkuat lembaga ini. Keduanya hadir untuk menggantikan posisi Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya yang telah diberhentikan dari jabatan mereka sebelumnya.
Perubahan kepemimpinan ini juga menyentuh posisi tertinggi di lembaga tersebut, di mana Dadan Hindayana tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN. Posisi yang ditinggalkan Dadan kini resmi diisi oleh Naniek S Deyang sebagai pemimpin baru lembaga yang fokus pada gizi nasional tersebut.
Sebelum mengemban tugas di Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari merupakan sosok penting di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia dikenal memiliki rekam jejak yang panjang sebagai pejabat karier di lembaga pengawasan tersebut.
Latar Belakang Pendidikan dan Gelar Profesional
Berdasarkan data resmi dari laman BPKP pada Selasa, 2 Juni 2026, Agustina mengawali pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Ia berhasil menuntaskan jenjang Diploma Tiga (D3) pada tahun 1992 di sekolah kedinasan bergengsi tersebut.
Semangat belajarnya tidak berhenti di sana, karena ia melanjutkan ke program Diploma Empat (D4) di kampus yang sama. Pendidikan tersebut berhasil diselesaikannya dengan baik pada tahun 1998, yang semakin memperkuat kompetensinya di bidang akuntansi.
Agustina kemudian memperluas cakrawala keilmuannya ke bidang hukum dengan menempuh studi Strata-2 (S2) di Universitas Indonesia (UI). Gelar Magister Hukum (M.H) pun resmi ia sandang setelah dinyatakan lulus dari kampus jaket kuning tersebut pada tahun 2014.
Selain pendidikan formal, ia juga dikenal memiliki segudang sertifikasi profesional yang menunjukkan keahliannya di bidang audit dan risiko. Deretan gelar non-akademik tersebut membuktikan kapasitasnya sebagai tenaga ahli yang diakui secara nasional maupun internasional.
Daftar lengkap sertifikasi profesional yang dimiliki oleh Agustina Arumsari adalah:
- Certified Fraud Examiner (CFE) dan Certified Forensic Auditor (CFrA).
- Chartered Accountant (CA) serta Qualified Internal Auditor (QIA).
- Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE) dan Certified Internal Audit Executive (CIAE).
- Certified Risk Professional (CRP) serta Certified Risk Executive Leader (CREL).
- Certified Government Risk Executive (CGRE) dan Fraud Risk Management Professional (FRMP).
Kepemilikan berbagai sertifikasi di bidang investigasi kecurangan, audit internal, hingga manajemen risiko pemerintah ini menjadikannya figur yang sangat mumpuni. Keahlian ini diharapkan mampu membawa tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel di tubuh Badan Gizi Nasional.
Perjalanan Karier Cemerlang di BPKP
Karier Agustina di dunia pengawasan dimulai dari posisi tingkat bawah sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya. Saat itu, ia mengabdikan dirinya untuk bertugas di kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatra Barat.
Seiring berjalannya waktu, dedikasi dan kinerjanya membawa Agustina menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan BPKP pusat. Pada tahun 2017, ia dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah.
Dua tahun berselang, tepatnya pada 2019, tanggung jawabnya meningkat saat ia ditunjuk menjadi Direktur Investigasi III. Langkah kariernya semakin mantap ketika ia dipromosikan menjadi Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada tahun 2020.
Puncak kariernya di BPKP terjadi pada 19 Februari 2025, saat Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala BPKP. Ia telah menjalankan tugas di posisi tersebut selama kurang lebih satu tahun tiga bulan sebelum akhirnya dipindahkan ke BGN.
Instruksi Penting Presiden Prabowo untuk Pimpinan BGN
Pasca pelantikan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto. Arahan ini ditujukan khusus kepada jajaran baru pimpinan Badan Gizi Nasional yang telah resmi bertugas.
Prasetyo menekankan bahwa Presiden sangat berharap ketiga pimpinan baru BGN bisa segera melakukan konsolidasi internal. Hal ini dianggap krusial untuk menyamakan visi dan misi dalam menjalankan roda organisasi di masa transisi kepemimpinan.
Selain fokus ke dalam, koordinasi lintas lembaga juga menjadi poin utama yang harus diperhatikan oleh Agustina dan rekan-rekannya. Kerja sama yang solid antara kementerian dan lembaga terkait sangat diperlukan agar program kerja tidak berjalan sendiri-sendiri.
Berikut adalah poin-poin utama arahan Presiden untuk pimpinan baru Badan Gizi Nasional:
- Melakukan konsolidasi internal organisasi secepat mungkin untuk menyatukan gerak langkah lembaga.
- Memperkuat jalinan koordinasi dengan kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, hingga pemerintah daerah.
- Meningkatkan sinergi mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota di seluruh wilayah Indonesia.
- Memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan dengan lancar dan mencapai hasil optimal.
Arahan tersebut diharapkan dapat meminimalkan kendala teknis di lapangan, mengingat program ini melibatkan banyak pihak. Pemerintah ingin memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Pemerintah juga menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru ini dapat mengakselerasi berbagai program prioritas nasional. Fokus utamanya adalah meningkatkan kinerja organisasi serta memperbaiki tata kelola administrasi agar lebih efisien dan efektif.
Lebih dari sekadar urusan administrasi, penguatan manfaat program bagi rakyat Indonesia menjadi tujuan akhir yang paling ditekankan. Prasetyo menegaskan bahwa segala upaya ini dilakukan demi meningkatkan standar gizi dan kesehatan sumber daya manusia di tanah air.
| Posisi Jabatan | Pejabat Baru | Pejabat Lama |
|---|---|---|
| Kepala Badan Gizi Nasional | Naniek S Deyang | Dadan Hindayana |
| Wakil Kepala BGN | Agustina Arumsari | Lodewyk Pusung |
| Wakil Kepala BGN | Mayjen TNI Trenggono | Sony Sanjaya |
Tabel di atas merangkum perubahan struktur pimpinan utama di Badan Gizi Nasional sesuai dengan kebijakan terbaru pemerintah. Pergeseran ini diharapkan mampu membawa energi baru dalam upaya pemerintah memerangi masalah gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.