Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan penyegaran di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu sosok yang dipercaya mengisi posisi strategis tersebut adalah Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Agustina sebelumnya dikenal sebagai figur penting di lingkungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia menduduki posisi Wakil Kepala BPKP sejak Februari 2025 sebelum akhirnya dipindahtugaskan untuk mengawal program gizi nasional.
Profil dan Jejak Karier Agustina Arumsari
Agustina Arumsari merupakan alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan keuangan. Kariernya bermula sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di wilayah Sumatra Barat.
Seiring berjalannya waktu, ia mulai menempati berbagai posisi manajerial penting di BPKP. Pada tahun 2017, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Investigasi BUMN dan BUMD.
Riwayat jabatan strategis Agustina Arumsari selama berkarier di BPKP:
- Menjabat sebagai Direktur Investigasi III pada tahun 2019.
- Dipercaya mengemban amanah sebagai Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada tahun 2020.
- Dilantik menjadi Wakil Kepala BPKP pada 19 Februari 2025.
- Resmi ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Juni 2026.
Rekam jejaknya yang kental dengan aspek investigasi dan pengawasan diharapkan mampu memperkuat tata kelola internal di Badan Gizi Nasional. Terutama dalam memastikan program-program strategis pemerintah berjalan sesuai koridor hukum.
Alasan Perombakan Pimpinan di Badan Gizi Nasional
Penunjukan Agustina dilakukan bersamaan dengan pelantikan Mayjen TNI Trenggono untuk posisi yang sama. Langkah ini menyusul keputusan Presiden Prabowo mencopot pejabat sebelumnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis selama 1,5 tahun terakhir. Berdasarkan hasil pantauan, ditemukan beberapa catatan kritis yang memerlukan pembenahan segera.
Beberapa poin evaluasi utama yang melatarbelakangi pergantian pimpinan ini adalah:
- Kurangnya kedisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
- Masalah pada tata kelola organisasi yang dianggap belum optimal dalam mencapai target pemerintah.
- Adanya temuan terkait rendahnya kontrol terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
Prasetyo menegaskan bahwa menjaga kualitas makanan sesuai standar BGN adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa kedisiplinan yang lebih ketat dalam operasional harian lembaga tersebut.
Ringkasan perubahan struktur kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN):
| Posisi Jabatan | Pejabat Baru | Pejabat Lama (Dicopot) |
|---|---|---|
| Wakil Kepala BGN | Agustina Arumsari | Lodewyk Pusung |
| Wakil Kepala BGN | Mayjen TNI Trenggono | Sonny Sonjaya |
Data di atas menunjukkan komitmen pemerintah untuk melakukan penyegaran total demi meningkatkan performa layanan gizi masyarakat. Penunjukan sosok dari latar belakang pengawasan dan militer mencerminkan fokus pemerintah pada aspek ketepatan sasaran dan efisiensi anggaran.