Pria Jakarta Alami Serangan Jantung Akibat Plak Robek Saat Main Padel

Pria Jakarta Alami Serangan Jantung Akibat Plak Robek Saat Main Padel
Foto: Ilustrasi Pria Jakarta Alami Serangan Jantung Akibat Plak Robek Saat Main Padel.

Seorang pria berdomisili Jakarta Barat bernama Marcel Judodihardjo (37) mengalami serangan jantung saat sedang beristirahat di sela aktivitas olahraga padel pada Senin, 20 April 2026. Insiden medis yang mengancam nyawa tersebut dipicu oleh robekan plak pada pembuluh darah jantung.

Kondisi ini terjadi bukan saat Marcel melakukan pergerakan intensitas tinggi, melainkan ketika ia tengah mengambil jeda istirahat. Dilansir dari Detik Health, Marcel segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan medis intensif guna mencegah dampak yang lebih fatal.

"Kenanya tuh pas lagi main padel. Berasanya tuh waktu itu bukan pas lagi lari kencang atau lagi intens, tapi berasanya pas lagi istirahat," ucap Marcel Judodihardjo dalam unggahan akun media sosialnya.

Setelah mendapatkan pemeriksaan oleh tim dokter di UGD, terungkap bahwa terdapat plak tidak stabil yang robek di area jantungnya. Marcel menjelaskan bahwa gejala yang ia rasakan meliputi detak jantung yang sangat cepat, wajah pucat, hingga keringat dingin secara mendadak.

"Tiba-tiba detak jantung gue tuh cepet banget, terus gue pucat di situ, gue keringet dingin, dan yang paling berasa dadanyatuh kayak berasa ketekan, dan napasnya tuh nggak bisa panjang. Gue waktu itu nggak berasa nyeri sama sekali," tambah Marcel Judodihardjo.

Penyebab utama dari serangan jantung tersebut adalah gumpalan darah yang terbentuk secara spontan akibat robeknya plak. Meski plak tersebut tidak harus selalu tebal atau mengeras, keberadaannya yang tidak stabil dapat memicu penyumbatan aliran darah secara tiba-tiba.

"Jadi plak itu nggak harus tebal dan mengeras. Tapi ada juga plak yang nggak stabil, dan akhirnya robek, dan memicu pergumpalan darah," jelas Marcel Judodihardjo.

Dokter spesialis jantung, dr. Vito Damay, SpJP(K), menjelaskan bahwa plak merupakan penyempitan pembuluh darah yang berisi campuran lemak, kolesterol, dan sel peradangan. Ia mengibaratkan plak tersebut seperti kerak di dalam pipa air yang memiliki lapisan penutup.

"Dinding pembuluh itu seperti pipa air, plak ini seperti 'kerak' di dalam pipa. Nah, plak ini punya 'lapisan penutup'. Kalau lapisan ini pecah atau robek, maka isi plak keluar ke aliran darah," kata dr. Vito Damay.

Proses robeknya lapisan ini memicu respons tubuh untuk membentuk bekuan darah sebagai bentuk penanganan luka. Namun, bekuan tersebut justru menyumbat aliran oksigen ke otot jantung yang berujung pada kematian sel atau serangan jantung mendadak.

"Tubuh kita menganggap ini luka, lalu langsung membentuk bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah mendadak sehingga aliran oksigen ke jantung langsung menurun dan otot jantung mengalami kekurangan oksigen bahkan kematian sel, itu lah yang disebut serangan jantung," sambung dr. Vito Damay.

Pakar jantung tersebut menegaskan bahwa aktivitas olahraga bukanlah penyebab utama masalah pembuluh darah tersebut. Serangan bisa terjadi saat berolahraga karena adanya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung yang memicu pecahnya plak rapuh yang sudah ada sebelumnya.

"Denyut jantung naik, tekanan darah meningkat dan aliran darah lebih cepat, kondisi ini bisa memicu plak yang rapuh menjadi pecah," kata dr. Vito Damay.

Faktor gaya hidup seperti merokok, diabetes, obesitas, dan hipertensi disebut dapat memperparah kerapuhan plak tersebut. dr. Vito menekankan bahwa kondisi pembuluh darah yang sudah bermasalah sering kali tidak disadari oleh pasien sebelum terjadi serangan.

"Bukan olahraganya yang salah, tapi kondisi pembuluh darahnya yang sudah bermasalah sebelumnya tanpa diketahui," sambung dr. Vito Damay.

Artikel terkait

Rekomendasi