Seorang pria melakukan aksi dugaan pemerasan terhadap pengendara mobil, Dian Novita Ramadhani (28), dengan modus pura-pura kakinya terlindas di sekitar Flyover Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Insiden yang terekam dan viral di media sosial ini dilansir dari Megapolitan, bermula saat kendaraan korban sedang berhenti akibat kemacetan lalu lintas sebelum dihampiri pelaku yang bertindak agresif. Korban mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya dan anak-anaknya yang ikut menyaksikan perusakan spion serta penendangan mobil.
"Kami jadi trauma dan takut kalau lewat situ. Anak-anak saya nangis, pada syok semua. Takutnya pelaku bawa senjata tajam," ujar Dian, korban.
Kecurigaan muncul ketika pelaku menolak diajak ke fasilitas kesehatan untuk memeriksa luka yang diklaimnya. Pelaku justru mendesak pemberian sejumlah uang secara tunai tanpa menunjukkan bukti cedera pada bagian tubuhnya.
"Pas disuruh ke rumah sakit dia enggak mau. Maunya langsung minta uang saja," kata Dian.
Ketidakmauan pelaku menunjukkan luka fisik semakin memperkuat dugaan rekayasa kejadian tersebut. Meskipun mengaku kakinya terluka akibat terlindas ban, pria tersebut tetap mampu melakukan tindakan fisik yang keras terhadap bodi kendaraan.
"Dia enggak mau kasih tahu bagian yang kelindas. Tapi dia bisa nendang mobil dengan kencang sampai penyok," ujarnya.
Dian menjelaskan bahwa situasi di lokasi sempat mencekam karena kehadiran beberapa orang asing di sekitar kendaraan mereka. Suami korban sempat berupaya melakukan mediasi secara tenang, namun pelaku tetap bersikap kasar hingga merusak komponen mobil.
"Suami saya menolak karena merasa tidak bersalah dan enggak mau kasih segitu. Jadi akhirnya hanya kasih Rp 500.000," ucap Dian.
Setelah mendapatkan uang, pelaku segera meninggalkan area tersebut sambil berkomunikasi melalui telepon seluler. Warga setempat yang melihat kejadian itu menginformasikan bahwa pola kejahatan serupa diduga pernah terjadi di lokasi yang sama sebelumnya.
"Kondisi jalan malam itu ramai banget. Tiba-tiba orang itu datang dan langsung mepet terus marah-marah. Katanya, ÔÇÿIni kaki gue kelindas,ÔÇÖ" ujar Dian.
Aksi vandalisme juga dilakukan pelaku sebagai bentuk intimidasi untuk menekan korban agar segera membayar ganti rugi. Mobil korban dilaporkan sempat bergoyang akibat tendangan keras pelaku di tengah kerumunan lalu lintas.
"Dia langsung patahin spion mobil. Dia juga nendang kenceng banget sampai mobilnya goyang," ungkap Dian.
Merespons kejadian ini, aparat kepolisian telah memberikan pernyataan mengenai langkah-langkah penanganan di lapangan. Meski belum ada laporan pidana secara tertulis dari pihak korban, pihak kepolisian akan menindaklanjuti informasi yang beredar.
"Saat ini belum ada laporan atas kejadian tersebut. Tapi kami akan tingkatkan patroli dan melakukan lidik di tempat tersebut," ujar Wahyudi, Kapolsek Bekasi Barat AKP.