Presiden Prabowo Subianto melaksanakan ibadah shalat Idulfitri 1447 Hijriah bersama 1.300 warga di Masjid Darussalam, lokasi hunian sementara (Huntara) Aceh Tamiang, Sabtu pagi. Langkah ini diambil sebagai simbol kepedulian pemerintah terhadap wilayah yang tengah berupaya pulih dari dampak bencana banjir besar.
Kehadiran Kepala Negara di lokasi pengungsian tersebut bertujuan untuk memastikan proses transisi masyarakat dari tenda darurat ke hunian yang lebih layak telah berjalan maksimal. Berdasarkan laporan pemerintah yang dilansir dari Investortrust, seluruh pengungsi di wilayah tersebut kini telah menempati unit hunian transisi.
Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi langsung terhadap infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung di kawasan terdampak pasca pelaksanaan ibadah. Dalam tinjauan tersebut, ia mengonfirmasi bahwa penanganan pengungsi telah memasuki tahapan yang lebih stabil dan permanen.
"There is no one left in the tents," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah juga fokus pada pemulihan jaringan utilitas yang sempat terputus akibat terjangan banjir di beberapa titik terpencil. Selain infrastruktur, stabilitas sosial warga menjadi prioritas dalam agenda kunjungan kerja di hari raya tersebut.
"Everyone has moved into temporary or permanent housing," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Kepala Negara menekankan bahwa distribusi logistik dan energi listrik telah mencapai hampir seluruh wilayah terdampak guna mendukung aktivitas ekonomi warga. Presiden pun merinci detail mengenai cakupan layanan listrik yang telah kembali normal di lapangan.
"Electricity is back on for almost 100% of the area, with only five remote villages still facing complications," tambah Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden membagikan 7.000 paket bantuan berisi bahan pokok dan kebutuhan ibadah kepada masyarakat setempat. Salah satu warga yang telah kehilangan tempat tinggal selama tiga bulan, Nurita, menyampaikan apresiasinya atas perpindahan ke hunian yang lebih aman.
"We are grateful to no longer be in the tents," kata Nurita, Warga Aceh Tamiang.
Ibu lima anak tersebut tetap menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat terkait keberlanjutan program pembangunan hunian permanen bagi para korban bencana. Ia berharap masa depan keluarganya dapat lebih terjamin dengan adanya rumah yang tetap.
"Our only hope now is for a permanent home from the President," ujar Nurita, Warga Aceh Tamiang.
Sementara itu di Jakarta, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin kehadiran representatif negara dengan melaksanakan shalat Idulfitri di Masjid Istiqlal. Gibran hadir didampingi keluarga serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih sejak pukul 06.45 WIB.
Wakil Presiden menitikberatkan pesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan nasional di tengah keragaman latar belakang masyarakat Indonesia. Pesan tersebut disampaikan seiring dengan momentum perayaan hari besar agama yang berdekatan tahun ini.
"This diversity is not a point of contention but a national strength," ujar Gibran Rakabuming, Wakil Presiden Republik Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa tahun ini Presiden Prabowo menginstruksikan agar acara gelar griya (open house) di Istana Kepresidenan lebih mengutamakan akses bagi masyarakat umum. Kebijakan ini diambil agar para pejabat negara memiliki waktu lebih luang bersama keluarga masing-masing.
"The President chose to prioritize the general public," jelas Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Sekitar 5.000 warga diperkirakan hadir dalam acara gelar griya di Jakarta yang mengusung konsep kesederhanaan dan empati tersebut. Pemerintah pusat berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara protokoler kenegaraan dan aksi nyata di wilayah terdampak bencana.