Presiden Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy Beri Klarifikasi Terbaru 2026

Presiden Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy Beri Klarifikasi Terbaru 2026
Foto: Presiden Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy Beri Klarifikasi Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait seringnya Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara. Dalam pernyataannya, Teddy menyebut bahwa Dino merupakan diplomat yang berkaliber. Pemerintah, katanya, menghargai masukan dari Dino.

"Terima kasih atas masukan yang diberikan," ujar Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026). Ia menambahkan bahwa Dino terkenal sebagai diplomat yang cermat dan terstruktur meskipun hanya mendapat kesempatan sebagai wakil menteri selama tiga bulan.

Penjelasan Teddy Mengenai Biaya dan Jumlah Rombongan:

  • Biaya perjalanan Prabowo ke luar negeri sepenuhnya ditanggung dari dana pribadi, bukan anggaran negara.
  • Jumlah rombongan yang ikut dalam kunjungan luar negeri telah dikurangi menjadi 50-60 orang, menurun drastis dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 120 orang.

Selain biaya dan jumlah rombongan, Teddy juga membahas jadwal kunjungan luar negeri Presiden. Ia menekankan bahwa jadwal kunjungan perlu disesuaikan dengan dinamika global yang cepat berubah. Terkadang, kegiatan mendadak yang relevan dengan kepentingan internasional maupun nasional juga harus diakomodasi.

Prabowo dan Tantangan Global:

Teddy menggarisbawahi bahwa pada saat Prabowo menjabat, dunia tengah dilanda ketidakstabilan. Oleh karena itu, penting untuk membangun hubungan lebih erat dengan negara-negara lain. "Membangun hubungan baik antar pemimpin tak bisa dilakukan saat krisis saja. Kita harus selalu sedia supaya ketika dibutuhkan, kita bisa mendapat bantuan," tambahnya.

Terkait keuntungan dari kunjungan luar negeri, Teddy menyebut beberapa capaian signifikan bagi ekonomi Indonesia. Antara lain keamanan pasokan BBM tetap terjaga dan dukungan internasional yang semakin kuat.

Manfaat Langsung dari Kunjungan Luar Negeri:

  • Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS memberikan berbagai keuntungan ekonomi dan kestabilan situasi di tengah krisis global.
  • Adanya perlakuan tarif 0% Uni Eropa yang telah diupayakan selama belasan tahun berhasil dicapai pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo.
  • Investasi asing yang masuk selama satu setengah tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun.
  • Perangkat pertahanan Indonesia diperoleh dari berbagai negara; meningkatkan kapabilitas pertahanan negara.
  • Peningkatan kenyamanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi melalui perubahan regulasi yang menguntungkan.

Tak hanya bagi ekonomi, Teddy menyebutkan bahwa diplomasi Prabowo juga berdampak positif bagi Palestina dan isu-isu internasional lainnya. Bantuan bagi Palestina contohnya, termasuk logistik, kapal rumah sakit, dan beasiswa bagi pelajar Palestina di Indonesia.

Di akhir, Teddy juga menyebut bahwa keputusan untuk berinteraksi dengan pemimpin negara lain digelar dengan pertimbangan matang. "Yang menentukan pertemuan tersebut tentunya Bapak Presiden dengan saran dari Menteri Luar Negeri," ujarnya. Teddy menekankan pentingnya menghargai masukan tetapi fakta-fakta pencapaian tidak boleh diabaikan.

Artikel terkait

Rekomendasi