Ratusan ribu buruh dari berbagai federasi serikat pekerja akan memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 bersama Presiden Prabowo Subianto di kawasan Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Dilansir dari Nasional, agenda tersebut melibatkan massa besar dari berbagai wilayah Indonesia yang berkumpul mulai pagi hari.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengonfirmasi kesiapan massa yang akan memadati pusat ibu kota. Pihaknya memperkirakan sebanyak 200.000 pekerja bakal hadir untuk mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden Prabowo pada pukul 08.30 WIB.
"Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir," kata Andi Gani, dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Partisipasi dalam aksi massa ini juga dikonfirmasi oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjelaskan adanya perubahan lokasi aksi yang semula direncanakan di depan Gedung DPR RI menjadi terpusat di kawasan Monas.
ÔÇ£Tentu ada alasan mengapa KSPI memindahkan rencana May Day 1 Mei 2026 yang seyogianya di depan gedung DPR RI dan dilanjutkan ke area Indonesia arena diubah menjadi ke Monas Jakarta," kata Said, dalam konferensi pers daring, Rabu (29/4/2026).
Keputusan perubahan lokasi ini diambil setelah delegasi buruh melakukan pertemuan intensif dengan Kepala Negara pada Selasa (28/4/2026). Dialog yang berlangsung selama 90 menit tersebut membahas kondisi ketenagakerjaan dan arah kebijakan nasional di masa depan.
ÔÇ£Dari diskusi yang kurang lebih hampir satu jam setengah tersebut, KSPI dengan didukung oleh Partai Buruh memutuskan untuk mengadakan perayaan May Day bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto dan teman-teman serikat buruh lainnya di Monas," ujar Said.
Iqbal menambahkan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan pihak buruh untuk menyampaikan aspirasi sebelum peringatan 1 Mei. Dalam audiensi itu, KSPI menyodorkan 11 poin tuntutan utama terkait kesejahteraan pekerja Indonesia.
ÔÇ£Dari 11 isu atau 11 harapan yang dibawa oleh KSPI yang didukung oleh Partai Buruh ada beberapa itu yang krusial yang sangat penting bagi buruh Indonesia dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," ungkap Said.
Massa dari KSPI sendiri ditargetkan mencapai 50.000 orang yang berasal dari kantong-kantong industri di Jawa Barat dan Banten, seperti Jabodetabek, Karawang, hingga Cirebon. Lonjakan peserta diprediksi terjadi karena kehadiran serikat pekerja lainnya yang turut bergabung.
ÔÇ£Total massa buruh yang akan mengikuti perayaan May Day di Monas bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto 1 Mei 2026 adalah berjumlah ratusan ribu," ujar Said.
Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, memastikan kehadiran Presiden dalam puncak acara tersebut. Ia menegaskan bahwa visi pemerintah saat ini adalah menyatukan kepentingan buruh dengan keberlanjutan sektor usaha.
ÔÇ£Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja," ujar Qodari, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu.
Qodari juga menekankan pentingnya simbiosis mutualisme antara pekerja dan pemilik modal demi stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, kesehatan dunia usaha sangat menentukan kepastian penghasilan bagi para buruh.
"Kalau dunia usahanya enggak sehat, enggak bisa gajian ya, demikian pula sebaliknya," ucap Qodari.
Kedekatan antara kaum buruh dan Presiden Prabowo sebelumnya terekam pada perayaan tahun lalu. Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat saat itu menyebut kolaborasi tersebut sebagai simbol pembebasan bagi masyarakat ekonomi lemah.
"Banyak yang bertanya kepada kami, bagaimana pimpinan buruh bisa melaksanakan May Day bersama Presiden. Saya mengatakan bahwa kita bisa bersama Istana, karena Istana yang sekarang adalah Istana yang membebaskan orang-orang miskin, yang akan membebaskan buruh dari keterpurukan,ÔÇØ ujar Jumhur dalam pidatonya di hadapan ratusan ribu buruh yang memadati Monas, Kamis (1/5/2025).
Dalam peringatan tersebut, Prabowo juga secara resmi memberikan dukungan terhadap pengangkatan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Gelar tersebut akhirnya secara sah dianugerahkan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.
"Asal seluruh pimpinan buruh, mewakili kaum buruh, sepakat, saya akan mendukung Marsinah jadi pahlawan nasional,ÔÇØ tegas Prabowo di Monas.
Untuk mengawal jalannya acara esok hari, Said Iqbal memberikan instruksi ketat agar seluruh anggota menjaga ketertiban umum. Pihak penyelenggara menekankan bahwa peringatan May Day harus menjadi ajang penyampaian pendapat yang kondusif.
ÔÇ£Wajib tertib, tidak boleh anarkis, anti kekerasan. Saya ulangi sekali lagi aksi May Day atau perayaan May Day di seluruh Indonesia harus damai, tertib, anti kekerasan dan tidak boleh anarkis, hormati kepentingan rakyat yang lain," pinta Said Iqbal.
Selain aksi pusat di Monas, kegiatan serupa juga dijadwalkan berlangsung serentak di 38 provinsi. Lebih dari 350 kabupaten/kota di seluruh Indonesia akan menggelar perayaan Hari Buruh secara lokal.