Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Acara ini diprediksi akan dihadiri oleh sekitar 400.000 buruh dari berbagai federasi serikat pekerja, dilansir dari Megapolitan.
Ketua Panitia May Day sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengonfirmasi kehadiran kepala negara dalam rangkaian agenda tersebut. Sebanyak 25 presiden serikat buruh juga dipastikan hadir untuk memberikan orasi politik di atas panggung utama.
Mekanisme penyambutan Presiden telah disiapkan oleh panitia pelaksana sejak Kamis (30/4/2026). Rangkaian acara meliputi penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga lagu perjuangan buruh internasional bersama para pimpinan serikat.
"Presiden tiba disambut ketua panitia May Day bersama pimpinan buruh lainnya," ujar Andi Gani, Presiden KSPSI.
Setelah prosesi penyambutan, Presiden direncanakan akan langsung berinteraksi dengan massa yang memadati lapangan Monas sebelum memberikan pidato resmi. Panitia juga telah menyediakan area khusus untuk pelaksanaan ibadah shalat Jumat mengingat acara bertepatan dengan hari Jumat.
"Presiden kemudian menyapa massa buruh dilanjutkan beliau naik ke atas panggung," lanjut Andi Gani.
Andi Gani menambahkan bahwa terdapat sejumlah poin krusial yang akan disampaikan oleh Presiden terkait isu kesejahteraan pekerja. Beberapa isu tersebut mencakup regulasi transportasi daring hingga penguatan perlindungan tenaga kerja melalui instrumen internasional.
"Kemudian dilanjutkan sambutan Presiden RI," tutur Andi Gani.
Dalam keterangan sebelumnya, pihak panitia memberikan sinyal adanya pengumuman kebijakan baru dari pemerintah. Fokus utama pesan presiden diharapkan menyentuh aspek ratifikasi konvensi organisasi perburuhan internasional (ILO).
"Kejutannya apa? Biarlah Bapak Presiden yang menyampaikan. Akan menyampaikan ada hubungan kaitan ojek online, ada ratifikasi ILO, dan ada beberapa kebijakan yang akan beliau sampaikan untuk kesejahteraan buruh," kata Andi Gani.
Terkait pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengerahkan 24.980 personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi di Monas dan gedung DPR/MPR RI. Polisi memprediksi adanya kepadatan volume kendaraan di titik-titik pusat massa.
"Kalau arus itu masih padat merayap, masih lambat mengantre, ini kan tidak perlu ada pengalihan arus," kata Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Budi menegaskan bahwa masyarakat umum diharapkan dapat meminimalkan aktivitas di luar rumah guna menghindari kemacetan parah di jantung ibu kota. Hal ini mengingat estimasi massa yang mencapai ratusan ribu orang di beberapa lokasi unjuk rasa.
"Nah, kita perlu pahami juga di Hari Buruh itu sudah tanggal merah. Jadi bagi warga, sekolah-sekolah, kantor-kantor kan sudah diliburkan. Nah, ini juga sehingga (agar) meminimalisir aktivitas untuk di luar," tutur Budi Hermanto.
Skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan secara situasional oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Pengalihan arus akan diarahkan menuju kawasan Sarinah, Harmoni, hingga Tugu Tani jika terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan.
"Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama," kata Kombes Pol Komarudin, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.