Pramono Anung Resmikan Ring Tinju Flyover Pasar Rebo

Pramono Anung Resmikan Ring Tinju Flyover Pasar Rebo
Foto: Ilustrasi Pramono Anung Resmikan Ring Tinju Flyover Pasar Rebo.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan fasilitas olahraga berupa arena ring tinju dan skatepark di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (18/5/2026). Langkah penyiapan ruang kreativitas ini bertujuan untuk memfasilitasi aktivitas produktif pemuda sekaligus menekan angka tawuran di wilayah tersebut.

Pembangunan fasilitas olahraga ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kriminalitas jalanan antarkelompok remaja di wilayah tersebut. Dilansir dari Megapolitan, data resmi menunjukkan terdapat 132 kejadian tawuran sepanjang tahun 2025, sementara pada periode Januari hingga Mei 2026 telah tercatat sebanyak 55 kasus.

Fasilitas yang dilengkapi ring tinju berukuran sekitar 5,5 meter dan samsak tersebut dibangun sejak 12 Januari 2026 hingga selesai pada 28 Januari 2026. Proyek ini terwujud melalui skema kolaborasi swadaya masyarakat bersama bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

Saat meninjau lokasi, Pramono Anung sempat mencoba mengenakan sarung tinju dan bertanding singkat selama hampir dua menit melawan Anggota DPRD DKI Jakarta Muhamad Thamrin. Penampilan spontan tersebut disambut riuh oleh warga dan komunitas olahraga yang hadir di lokasi.

"Saya terus terang sudah lama sekali enggak pernah tinju. Dan memang seumur hidup enggak pernah tinju," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Meskipun baru pertama kali mencoba olahraga tersebut, mantan Sekretaris Kabinet ini mengaku kondisi fisiknya tetap prima karena konsisten menjalankan aktivitas olahraga rutin setiap pekan.

"Mungkin karena selama ini saya rajin olahraga. Minggu ini saya sepedaan 60 kilometer, hari Sabtu 60 kilometer, dan Minggu kemarin lari 5 kilometer," lanjut Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Penyediaan ruang olahraga ini diklaim efektif mengubah perilaku kelompok pemuda jalanan yang sebelumnya sering terlibat bentrokan fisik. Salah satu kelompok pemuda setempat, Gang Amerika, dilaporkan mulai beralih fokus ke kegiatan olahraga setelah fasilitas serupa tersedia di wilayah Ciracas.

"Setelah mempunyai tempat ini, alhamdulillah tawurannya menurun secara drastis," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Melihat keberhasilan dampak positif dari fasilitas di Ciracas dan Pasar Rebo, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan replikasi proyek serupa di kawasan rawan konflik lainnya.

"Secara spontan saya akan bangun di satu tempat lagi di Kampung Melayu. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi anak-anak muda supaya energinya tersalurkan lebih produktif dan tidak lagi tawuran," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Melalui perluasan program ini, kawasan Jakarta Timur diproyeksikan menjadi percontohan utama dalam penanggulangan tawuran remaja berbasis penyediaan ruang publik yang edukatif.

"Semakin banyak tempat seperti ini, ruang kreativitas anak muda di Jakarta semakin banyak, sehingga energinya lebih tersalurkan dibanding mereka begadang atau tawuran di jalan," tutur Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Sebelumnya, proses inisiasi pembangunan arena ini berawal dari serangkaian dialog yang dimediasi oleh jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur. Pihak pemerintah daerah sengaja mengundang perwakilan dari empat kelompok pemuda yang kerap terlibat konflik jalanan untuk mencari solusi bersama.

"Waktu itu kita undang empat kelompok pemuda yang biasa tawuran. Akhirnya mereka berdialog dengan kita dan tercapai kesepakatan," kata Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur.

Dalam dialog tersebut, para pemuda mengeluhkan ketiadaan fasilitas latihan yang dekat, sehingga mereka harus melakukan perjalanan jauh ke wilayah Jakarta Pusat demi menyalurkan hobi olahraga ketangkasan tersebut.

"Dari pembicaraan itu akhirnya dibuatlah ring tinju untuk latihan," ujar Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi