Pramono Anung Evaluasi Rutin Program Pemilahan Sampah Jakarta

Pramono Anung Evaluasi Rutin Program Pemilahan Sampah Jakarta
Foto: Ilustrasi Pramono Anung Evaluasi Rutin Program Pemilahan Sampah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan evaluasi rutin terhadap program pemilahan sampah setiap dua minggu sekali guna mengatasi persoalan limbah di ibu kota. Kebijakan yang dilansir dari Megapolitan ini bertujuan memastikan gerakan tersebut berjalan konsisten dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial pada Selasa (12/5/2026).

Langkah evaluasi berkala ini diputuskan untuk memantau perkembangan gerakan pilah sampah secara nyata di lapangan. Pramono telah memberikan instruksi langsung kepada Biro Kepala Daerah (KDH) untuk memimpin proses peninjauan rutin tersebut.

"Saya sudah minta kepada Biro KDH (Kepala Daerah) setiap dua minggu sekali kita akan evaluasi perkembangan dari gerakan pilah sampah ini," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Urgensi program ini didasari oleh kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang dilaporkan sudah tidak mampu menampung volume sampah dari Jakarta. Pemilahan sejak dari sumber dianggap sebagai solusi mendesak agar beban tempat pembuangan akhir tersebut tidak semakin berat.

"Ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial, ini kami serius karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta karena Bantar Gebang sudah tidak mampu lagi, sehingga dengan demikian seluruh jajaran pasti akan bergerak untuk itu," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membagi kategori pemilahan menjadi sampah organik dan anorganik. Fokus utama pengelolaan sampah organik diarahkan pada area pasar yang berada di bawah koordinasi Perumda Pasar Jaya.

"Bahkan kemudian sampahnya digunakan untuk pupuk dan sebagainya, fertilizer dan sebagainya," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Selain pasar, sektor usaha seperti hotel, restoran, dan kafe juga menjadi target utama karena dianggap sebagai penyumbang sampah organik terbesar di Jakarta. Pemprov DKI akan mewajibkan penyediaan fasilitas pemisahan sampah di lokasi-lokasi tersebut.

"Karena memang sampah yang terbesar di organik ini adalah hotel, restoran, dan kafe," tutur Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi