BMKG Prakirakan Cuaca Yogyakarta Berawan Besok Didominasi Udara Kabur

BMKG Prakirakan Cuaca Yogyakarta Berawan Besok Didominasi Udara Kabur
Foto: Ilustrasi BMKG Prakirakan Cuaca Yogyakarta Berawan Besok Didominasi Udara Kabur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca Yogyakarta besok pada Kamis, 21 Mei 2026, secara umum akan didominasi oleh kondisi berawan sepanjang hari di seluruh wilayah kabupaten dan kota. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi hujan badai dan cuaca ekstrem diprediksi akan melanda kawasan perkotaan pada malam hari.

Berdasarkan rilis resmi info bmkg yogyakarta, kondisi cuaca berawan ini merata di lima wilayah administrasi Daerah Istimewa Yogyakarta sejak pagi. Suhu udara rata-rata berkisar di angka yang relatif hangat dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi di beberapa titik.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan besok perlu memperhatikan perubahan cuaca mendadak, terutama menjelang pergantian hari. Berikut adalah data rincian kondisi prakiraan cuaca yogyakarta untuk besok di lima kabupaten dan kota:

Data Prakiraan Cuaca Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta Kamis, 21 Mei 2026
WilayahKondisi CuacaSuhu UdaraKelembapan
Kota YogyakartaBerawan24ÔÇô24┬░C96ÔÇô97%
SlemanBerawan24ÔÇô24┬░C91ÔÇô93%
BantulBerawan24ÔÇô24┬░C97ÔÇô97%
Kulon ProgoBerawan24ÔÇô24┬░C95ÔÇô97%
GunungkidulBerawan23ÔÇô24┬░C98ÔÇô99%

Potensi Hujan Badai di Kawasan Malioboro dan Sekitarnya

Meskipun ramalan cuaca sleman bantul dan wilayah lainnya menunjukkan kondisi berawan pada siang hari, pemantauan spesifik per jam di kawasan Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta menunjukkan grafik yang berbeda. Memasuki pukul 21.00 WIB, wilayah pusat kota diprediksi akan mengalami badai petir dengan suhu udara mencapai 26┬░C, namun kelembapan melonjak hingga 96%.

Kondisi ini diperkirakan terasa lebih gerah karena indeks kenyamanan termal menunjukkan suhu terasa seperti 31┬░C akibat tiupan angin dari barat-barat laut yang sangat tenang di kecepatan 3 km/jam. Curah hujan pada jam tersebut diperkirakan mencapai 0,76 mm dengan tutupan awan tebal setinggi 75%.

Selanjutnya, intensitas hujan badai tersebut diprediksi berlanjut menjadi hujan curah yang lebih deras pada pukul 22.00 WIB. Curah hujan diperkirakan meningkat menjadi 1,34 mm, sebelum akhirnya mulai mereda menjelang tengah malam pukul 23.00 WIB dengan curah hujan melandai ke angka 0,3 mm.

Kondisi Cuaca Terkini dan Prospek Iklim ke Depan Selama Tahun 2026 | Tribun Jogja Official

Fenomena Udara Kabur dan Tren Cuaca Yogyakarta Minggu Ini

Selain potensi hujan badai pada malam hari, BMKG juga memberikan catatan mengenai kondisi atmosfer di wilayah DIY untuk beberapa hari ke depan. Pertanyaan warga seperti "udara kabur di jogja kenapa" kerap muncul seiring dengan seringnya fenomena tersebut menghalangi jarak pandang pada pagi hari di wilayah Bantul dan Kulon Progo.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena udara kabur atau kabut asap tipis ini dipicu oleh tingginya kadar kelembapan udara yang berpadu dengan partikel suspensi di atmosfer, terutama pada masa transisi cuaca. Dampak udara kabur bagi kesehatan patut diwaspadai karena dapat mengganggu saluran pernapasan bagi warga yang rentan jika beraktivitas tanpa masker.

Melihat tren cuaca yogyakarta minggu ini, setelah hari berawan pada 21 Mei, wilayah Sleman diprediksi akan mengalami hujan ringan pada Jumat, 22 Mei 2026. Sementara itu, wilayah perkotaan Yogyakarta baru akan kembali didominasi oleh cuaca cerah berawan dan udara kabur berulang hingga akhir pekan nanti.

Mengingat adanya perubahan cuaca yang fluktuatif dari berawan menjadi badai petir lokal pada malam hari, para pengendara sepeda motor diimbau untuk selalu menyiapkan jas hujan. Kelembapan yang mencapai 99% di kawasan Gunungkidul dan Bantul juga berpotensi memicu kabut tebal pada dini hari yang dapat mengganggu jarak pandang di jalanan berbukit.

Pihak berwenang meminta warga untuk memantau terus pembaruan informasi cuaca jogja hari ini dan esok melalui kanal komunikasi resmi. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan guna menghindari dampak buruk dari pohon tumbang atau genangan air akibat hujan dengan intensitas curah yang tinggi dalam waktu singkat.

BMKG juga merilis periode validitas prakiraan cuaca perairan Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta yang berlaku mulai tanggal 21 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga 24 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, di mana para nelayan diminta tetap memperhatikan tinggi gelombang laut yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Artikel terkait

Rekomendasi