Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data mengenai kondisi atmosfer di wilayah Jawa Timur. Dilansir dari Regional, cuaca di Kota Surabaya dan sekitarnya diprediksi akan mengalami fenomena udara kabur.
Kondisi meteorologi di Kota Surabaya menunjukkan suhu udara berada pada rentang 25ÔÇô32 derajat celcius. Tingkat kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni berkisar antara 66ÔÇô97 persen.
Tingginya angka kelembapan ini memicu akumulasi uap air yang signifikan, terutama pada waktu pagi dan malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan atmosfer di Kota Surabaya cenderung lebih basah dan memicu potensi turunnya hujan.
Masyarakat setempat diimbau untuk mengantisipasi perubahan kondisi alam ini saat beraktivitas di luar ruangan. Persiapan seperti membawa payung atau jas hujan menjadi langkah mitigasi yang disarankan sebelum hujan turun.
Informasi dari BMKG ini menjadi panduan penting bagi warga di berbagai area Jawa Timur agar aktivitas harian dapat berjalan lancar. Selain Surabaya, beberapa wilayah lain di provinsi ini juga mengalami variasi cuaca mulai dari udara kabur hingga hujan dengan intensitas sedang.
BMKG menyusun data visual mengenai rincian perubahan suhu dan kelembapan di beberapa kota utama Jawa Timur untuk mempermudah pemantauan publik.
| Kota/Wilayah | Kondisi Cuaca | Suhu Udara (┬░C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Kota Surabaya | Udara Kabur | 25ÔÇô32 | 66ÔÇô97 |
| Kota Batu | Hujan Sedang | 18ÔÇô22 | 78ÔÇô99 |
| Kota Madiun | Hujan Ringan | 24ÔÇô31 | 71ÔÇô98 |
| Kota Malang | Hujan Ringan | 22ÔÇô29 | 67ÔÇô96 |
| Banyuwangi | Udara Kabur | 24ÔÇô30 | 73ÔÇô95 |
Data dari laman resmi BMKG tersebut menunjukkan bahwa kota-kota dataran tinggi seperti Batu dan Malang mengalami penurunan suhu yang disertai hujan. Sementara wilayah pesisir seperti Surabaya dan Banyuwangi cenderung didominasi oleh kekaburan udara dengan kelembapan yang pekat.