Dinamika atmosfer lokal memicu variasi cuaca yang cukup kontras di kawasan Kepulauan Nusa Tenggara pada akhir pekan ini. Perbedaan kondisi geografis di masing-masing pulau memicu perbedaan potensi curah hujan dan tingkat kelembapan udara yang cukup signifikan.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk memperhatikan kondisi ini sebelum bepergian. Informasi perubahan cuaca secara berkala sangat penting diperbarui demi keselamatan perjalanan, khususnya pada sektor transportasi laut dan penerbangan antarpulau.
Dikutip dari Regional, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data mengenai potensi hujan ringan yang mendominasi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi mengalami variasi kondisi udara dari berawan hingga hujan berintensitas sedang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika membagikan jadwal serta detail parameter cuaca di beberapa kota dan kabupaten pada Minggu 17 Mei 2026.
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Suhu (┬░C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Hujan Ringan | 25-32 | 79-99 | Hujan Ringan |
| 24-31 | 81-99 | Berawan | 27-31 |
| 72-93 | Hujan Sedang | 27-31 | 91-99 |
Dampak Cuaca Terhadap Sektor Pariwisata Labuan Bajo
Peningkatan kewaspadaan patut dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat yang menjadi pintu gerbang wisata super prioritas Labuan Bajo. Wilayah ini diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang sepanjang hari.
Tingginya angka kelembapan udara yang menyentuh batas 99 persen berpotensi memicu penurunan jarak pandang. Kondisi atmosfer tersebut dapat memengaruhi operasional maskapai penerbangan serta para nakhoda kapal wisata yang berlayar di kawasan tersebut.
Para wisatawan yang telah menjadwalkan kunjungan ke pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo disarankan untuk terus melakukan koordinasi dengan otoritas pelabuhan setempat. Langkah pencegahan terbaik menghadapi cuaca basah meliputi persiapan baju hangat, menjaga stamina tubuh, serta memastikan perangkat elektronik terlindung dari air.