Kondisi atmosfer di wilayah Jakarta diprediksi akan didominasi oleh langit berawan dengan peluang terjadinya hujan ringan di beberapa titik pada siang hingga malam hari. Seperti dikutip dari Megapolitan, dinamika atmosfer saat ini masih memicu pembentukan awan hujan secara sporadis di wilayah ibu kota.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan bahwa seluruh wilayah DKI Jakarta memulai hari dengan kondisi berawan. Area yang terdampak meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga wilayah Kepulauan Seribu.
Perubahan cuaca mulai terjadi saat memasuki siang hari di mana intensitas hujan ringan diperkirakan mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara itu, wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu cenderung bertahan dengan kondisi berawan hingga berawan tebal.
BMKG secara khusus mengeluarkan peringatan dini terkait adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat lokal. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena ini adalah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, serta Kepulauan Seribu.
Kemunculan hujan lebat dalam durasi singkat tersebut berisiko memicu dampak hidrometeorologi bagi masyarakat setempat. Gangguan aktivitas warga dapat terjadi akibat munculnya genangan air maupun potensi luapan aliran sungai di titik-titik rawan.
Menjelang sore hingga malam hari, situasi cuaca secara umum diprakirakan kembali stabil pada kondisi berawan di seluruh penjuru Jakarta. Kondisi ini mencakup wilayah daratan utama hingga area Kepulauan Seribu tanpa ada gangguan cuaca ekstrem yang signifikan pada periode tersebut.
Data Suhu dan Kelembapan Udara
Berdasarkan catatan meteorologi, suhu udara di Jakarta berada pada rentang 25 hingga 30 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara terpantau cukup tinggi, yakni berada di kisaran 74 hingga 97 persen, yang memengaruhi kenyamanan termal masyarakat.
Kelembapan yang tinggi ini mengakibatkan suasana di lingkungan terbuka terasa lebih gerah dan lembap bagi penduduk. Fenomena tersebut tetap dirasakan meskipun tidak semua wilayah Jakarta mendapatkan guyuran hujan secara merata sepanjang hari.