Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak dan Perairan Surabaya hingga Bangkalan akan didominasi oleh kondisi berawan serta variasi udara kabur mulai Kamis, 21 Mei 2026.
Kondisi cuaca maritim ini diproyeksikan berlaku secara berkala mulai tanggal 21 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga 24 Mei 2026 pukul 00.00 WIB. Masyarakat pantai dan pelaku sektor pelayaran diimbau untuk memperhatikan fluktuasi jarak pandang yang terjadi.
Berdasarkan data cuaca maritim resmi dari BMKG, wilayah perairan Surabaya dan sekitarnya menunjukkan tren penurunan jarak pandang pada waktu-waktu tertentu akibat kemunculan kabut atau asap dan fenomena udara kabur.
Pihak BMKG stasiun meteorologi maritim setempat merinci bahwa pergerakan angin di kawasan perairan Surabaya akan bergerak secara bervariasi dari beberapa arah mata angin utamanya Utara, Timur Laut, dan Tenggara.
Kecepatan angin di area pelayaran ini diprediksi bergerak stabil dalam rentang rendah hingga sedang, yakni berkisar antara 0,4 kilometer per jam hingga rentang maksimum mencapai 10,5 kilometer per jam.
Terkait jarak pandang atau visibilitas horizontal di laut, BMKG mencatatkan adanya fluktuasi yang cukup dinamis dari tingkat terendah yang membatasi pandangan hingga tingkat pandangan bersih yang mencapai lebih dari 10 kilometer.
Fluktuasi jarak pandang paling rendah di sekitar wilayah perairan dilaporkan berpotensi menyentuh angka kurang dari 200 meter, yang biasanya dipicu oleh akumulasi kabut tebal pada waktu dini hari.
Parameter Suhu dan Kelembapan Udara
Selain faktor angin dan visibilitas, BMKG juga merilis estimasi parameter suhu udara di wilayah pesisir Surabaya yang berada pada angka yang relatif hangat selama akhir pekan tersebut.
Suhu udara di area pelabuhan dan perairan Surabaya diproyeksikan bergerak di antara rentang derajat terendah hingga derajat tertinggi sebagai berikut:
| Kategori Parameter | Nilai Rendah | Nilai Tinggi |
|---|---|---|
| Suhu Udara | 23┬░C | 30┬░C |
| Kelembapan Udara | 70% | 99% |
Tingkat kelembapan udara di kawasan Surabaya diperkirakan bergerak sangat tinggi, dengan angka maksimal mencapai 99 persen yang jamak terjadi pada waktu malam hingga menjelang pagi hari.
Tingginya kelembapan udara tersebut juga memicu potensi pembentukan uap air padat di permukaan laut, yang berkontribusi langsung terhadap penurunan jarak pandang bagi kapal-kapal lokal.
Variasi Cuaca dan Kualitas Udara
Secara umum, variasi cuaca yang akan terjadi di Kota Surabaya dan wilayah perairannya meliputi kondisi cuaca cerah, cerah berawan, berawan, hingga potensi udara kabur.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan kondisi lingkungan karena tingkat polusi udara di beberapa titik kawasan perkotaan dilaporkan sempat menyentuh kategori tinggi dan tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Berikut adalah poin penting dari pola perubahan cuaca yang perlu diantisipasi oleh para nelayan dan penyedia jasa penyeberangan di Surabaya:
- Kondisi udara kabur dan asap berpotensi menurunkan visibilitas pelayaran pada dini hari.
- Suhu udara maksimum mencapai 30┬░C yang diperkirakan terjadi pada siang hari.
- Arah pergerakan angin yang bervariasi menuntut kewaspadaan konstan dari nahkoda kapal.
Otoritas keselamatan pelayaran menyarankan agar seluruh agen kapal penyeberangan Surabaya ke Bangkalan maupun kapal kargo yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Perak selalu melengkapi aspek navigasi dan komunikasi penunjang.