Prajurit TNI bernama Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Beirut, Lebanon, akibat luka parah yang dideritanya. Berdasarkan laporan dari Kompas, prajurit berpangkat Prajurit Kepala (Praka) tersebut menjadi korban serangan artileri tank Israel di Lebanon Selatan pada 29 Maret lalu.
Lokasi kontingen Indonesia di Lebanon Selatan dilaporkan terkena hantaman artileri dari tank militer Israel dalam insiden tersebut. Dampak serangan tersebut menyebabkan Praka Rico Pramudia harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang memburuk akibat luka-luka yang dialami.
Mendiang Praka Rico merupakan bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah bertugas sejak April 2025. Sejatinya, almarhum dijadwalkan akan menyelesaikan masa tugasnya dan kembali ke tanah air pada Mei 2026 mendatang.
Gugurnya Praka Rico menambah daftar korban jiwa dari personel TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian di wilayah konflik tersebut. Sebelumnya, tercatat sudah ada tiga prajurit TNI lainnya yang juga dinyatakan gugur saat bertugas menjaga perdamaian di wilayah Lebanon.