Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keikutsertaan sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersifat sukarela, terutama bagi lembaga pendidikan yang melayani keluarga mampu. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, Gorontalo, pada Senin (11/5/2026).
Dilansir dari Detik Health, Kepala Negara menyatakan tidak mempermasalahkan jika ada sekolah yang memilih untuk tidak menerima bantuan pangan tersebut. Fokus utama pemerintah saat ini diarahkan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan guna meningkatkan kecerdasan dan kesehatan generasi mendatang.
"Yang tidak perlu, nggak papa. Iya kan? Kalau anak-anak orang kaya, nggak perlu (MBG) nggak papa. Bener? Nggak dipaksa," kata Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Kepala Negara menekankan pentingnya asupan nutrisi untuk membentuk fisik dan mental anak-anak Indonesia yang lebih tangguh. Program ini dirancang untuk mendorong semangat belajar serta kedisiplinan siswa di seluruh wilayah tanah air.
"Tapi, kita ingin anak-anak kita kuat. Kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak rajin belajar, betul?" sambung Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Secara nasional, pemerintah menetapkan target ambisius untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, yang mencakup siswa sekolah, ibu hamil, hingga balita. Hingga saat ini, data menunjukkan sekitar 60 juta orang telah menerima manfaat program makan siang gratis setiap harinya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada jajaran timnya untuk melakukan pendataan mendalam di wilayah Leato Selatan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada sekolah yang membutuhkan terlewat dari jangkauan program pada tahun ini.
"Iya nanti yang belum dicatat ya, segera kita, pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kami berikan MBG. Semuanya," tegas Prabowo, Presiden Republik Indonesia.