Prabowo Tanggapi Santai Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Prabowo Tanggapi Santai Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Foto: Ilustrasi Prabowo Tanggapi Santai Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS.

Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS karena menilai fluktuasi kurs tidak berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat pedesaan pada Sabtu (16/5). Menurut laporan dari Media Indonesia, warga desa lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Langkah penenangan ini disampaikan di tengah kekhawatiran sebagian pihak mengenai dampak penurunan mata uang domestik terhadap stabilitas nasional. Kepala Negara menyebutkan bahwa situasi ekonomi Indonesia dari sektor pangan dan energi saat ini masih berada dalam kondisi yang aman.

ÔÇ£Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa,ÔÇØ kata Prabowo.

Pernyataan tersebut diutarakan untuk merespons narasi negatif dari pihak tertentu yang terus menyuarakan kecemasan berlebih terhadap perekonomian nasional. Presiden kemudian menegaskan bahwa aktivitas harian di pedesaan sama sekali tidak bergantung pada mata uang asing.

ÔÇ£Rupiah begini, dolar begini, apa? Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,ÔÇØ ujarnya.

Dalam kesempatan di Jawa Timur tersebut, mantan Danjen Kopassus ini juga menyinggung perihal loyalitas publik serta komitmen dari jajaran elite politik. Ia menyoroti perbedaan sikap yang kerap muncul setelah seseorang mendapatkan kedudukan di pemerintahan.

ÔÇ£Rakyat masih setia, enggak ada pilihan,ÔÇØ kata Prabowo.

Kondisi kesetiaan masyarakat itu dinilai berbanding terbalik dengan perilaku sebagian unsur pimpinan. Kepala Negara menyayangkan sikap para pejabat yang dinilai melupakan kepentingan rakyat demi keuntungan pribadi.

ÔÇ£Banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI, tapi begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,ÔÇØ tandasnya.

Berdasarkan data perdagangan terakhir pada Sabtu (16/5), nilai tukar rupiah berada di level Rp17.592 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan sedikit penguatan dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp17.614 per dolar AS akibat tekanan sentimen global.

Artikel terkait

Rekomendasi